Polda Jatim Amankan Produsen Miras Ilegal dan Pelaku Judi

Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim amankan 17 pelaku kasus miras ilegar dan kasus perjudian beserta barang bukti, Minggu (20,10). [abednego/bhirawa]

(Bersih-bersih Pekat Guna Jowo)

Polda Jatim, Bhirawa
Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim dalam dua pekan terakhir berhasil mengungkap kasus maupun penyakit masyarakat (pekat) berupa home industri miras ilegal dan kasus perjudian. Alhasil, sebanyak 17 pelaku diamankan dari hasil ungkap dua kasus itu.
“Operasi Jogo Jatim ini sasarannya kejahatan masyarakat, seperti miras ilegal, perjudian, narkoba dan prostitusi. Selama dua pekan terakhir, sebanyak 17 tersangka berhasil kami amankan,” kata Kabag Binopsnal Ditreskrimum Polda Jatim, Kompol I Gusti Ketut, Minggu (21/10).
Ketut menjelaskan, miras ini salah satu penyebab terjadinya tindak pidana kejahatan. Bahkan banyak dijumpai beberapa warga yang meninggal hanya karena mengkonsumsi miras. Dari operasi ini, lanjut Ketut, beberapa barang bukti miras disita dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Sidoarjo, Pasuruan, Malang, Jombang, Madiun, Lamongan dan Probolinggo.
Masih kata Ketut, dampak dari mengkonsumsi miras ini sangat mempengaruhi kondisi emosional seseorang. Sehingga dapat mengakibatkan perkelahian, penganiayaan, bahkan sampai kepada pembunuhan. “Beberapa hari lalu Polres Probolinggo Kota mengungkap kasus pembunuhan yang disebabkan gara-gara menenggak miras,” jelasnya.
Adapun barang bukti miras yang disita, diantaranya 681 botol miras merk Topi Miring, 245 botol miras jenis arak, 196 botol miras merk Vodka, 144 botol miras merk Alimy, 75 botol miras merk Iceland. “Barang bukti ratusan botol miras yang kami amankan ini ilegal atau tidak memiliki izin edar,” tegas Ketut.
Sementara mengenai kasus perjudian, Ketut menambahkan, Polda Jatim meringkus beberapa bandar dari berbagai wilayah operasi seperti Sidoarjo, Pasuruan, Lamongan, Tulungagung dan Ngawi. “Bandar dadu yang kita amankan ini biasanya melakukan kegiatan di wilayah Sidoarjo, Pasuran, Malang, Jombang, Lamongan dan Probolonggo,” tambahnya.
Adapun barang bukti dari kasus perjudian ini, diantaranya uang tunai Rp 28,6 juta; 27 buah mata dadu; 8 unit HP; 8 buah lepekan; 22 koin kayu; 8 lembar rekapan togel; 5 bendel rekapan dan 6 buah kaleng. “Operasi pekat ini akan terus kami lakukan guna menjaga kondusivitas Jawa Timur. Terutama terhadap penyakit masyarakat yang marak,” pungkas Ketut.[bed]

Tags: