Polda Ambil Alih Kasus Pembalakan Liar di TNMB

Jember, Bhirawa
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan Polda Jatim mengambil alih penanganan kasus pembalakan liar di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) yang menyebabkan seorang warga yang kedapatan mengangkut kayu dari hutan taman nasional tersebut, Aries Samba (37) tewas ditembak anggota Polhut TNMB.
“Polres Jember hanya melakukan pemeriksaan awal terhadap 10 anggota Polhut TNMB yang melakukan patroli dan dua rekan korban yang statusnya menjadi saksi dalam kejadian itu,” katanya di Kabupaten Jember, Selasa (8/10).
Kasus ini bermula saat 10 anggota Polhut TNMB melakukan patroli di kawasan konservasi di Resort Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, pada Kamis (3/10) dan didapati tiga orang yang mengangkut kayu yang sudah berbentuk balok dari kawasan TNMB dengan menggunakan sepeda motor yang sudah dimodifikasi.
Petugas berusaha menghentikan tiga orang yang mengangkut kayu ilegal itu, namun ada upaya perlawanan dengan menyerang petugas menggunakan golok, sehingga polhut TNMB menembak tangan pelaku terduga pembalak liar yang sebelumnya didahului dengan tembakan peringatan yang diabaikan oleh tiga warga tersebut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di Polres Jember, polhut TNMB sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali, namun korban Aris justru mengayunkan golok kepada petugas yang dinilai membahayakan keselamatan dan akhirnya ditembak,” katanya.
Alfian menjelaskan penanganan kasus itu diambil alih Polda Jatim dan pihak Inspektorat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mempermudah pemeriksaan, sehingga seluruh barang bukti yang diamankan di Polres Jember juga diserahkan ke Polda Jatim.
Beberapa barang bukti yang diamankan di antaranya golok milik terduga pembalakan liar yang tewas, senjata milik Polhut TNMB, proyektil peluru, kayu hasil pembalakan liar, dan sepeda motor yang digunakan Aries.
Sementara Kapolsek Tempurejo AKP Suhartanto mengatakan kerawanan pembalakan liar di Kecamatan Tempurejo sangat tinggi baik di wilayah TNMB maupun Perhutani seperti di Curahnongko, Mandigu, dan Andongrejo.
“Beberapa waktu lalu kami mengamankan kayu yang sudah berbentuk balok sebanyak dua truk yang disimpan di pekarangan rumah-rumah warga saat melakukan patroli gabungan bersama petugas TNMB, namun warga di sekitar sana mengaku tidak tahu menahu dengan kayu tersebut,” tuturnya.
Sementara itu Direktur Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Dyah Murtiningsih, mengklaim jika peristiwa penembakan pelaku pembalakan liar di Jember, yang dilakukan polisi khusus hutan sudah sesuai dengan standard operating procedure (SOP).
“Saat itu, ada operasi tangkap tangan pelaku pembalakan liar. Kemudian petugas memberikan peringatan, tetapi pelaku memberikan perlawanan, sehingga terjadilah peristiwa penembakan itu dan pelaku meninggal dunia. Petugas saat itu juga sudah memberikan tembakan peringatan,” katanya saat dikonfirmasi di Kantor BKSDA Surabaya di Kawasan Juanda, di Sidoarjo. [bed,ant]

Tags: