PMIB Gelar Pameran Foto ”Bondowoso Tempoe Doeloe”

Seorang pengunjung saat melihat dengan teliti foto-foto Bondowoso tempoe doeloe. (Ihsan kholil/bhirawa)

Bondowoso, Bhirawa
Pusat Informasi Megalitikum Bondowoso (PMIB) menyelenggarakan pameran foto-foto Bondowoso tempoe doeloe, di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan. Hal itu berupaya mengenalkan sejarah lokal kepada pelajar dan masyarakat secara umum.
Pemeran tersebut melibatkan Mahasiswa KKN Universitas Jember (Unej), Pokdarwis dan Bondowoso Tempoe Doeloe (BTD). Pameran foto tersebut berlangsung selama dua hari. Dimulai Rabu (21/8) hingga Kamis (22/8).
Pantauan di lapangan, ada seratusan foto yang berisi kegiatan sosial-budaya masyarakat Bondowoso pada abad XVIII hingga awal abad XIX. Dimana saat itu Kabupaten Bondowoso masih masuk pemerintahan Karisidenan Besuki.
Misalnya foto Soember Sarie Kios Teh di Pameran Bondowoso, dimana foto itu dipublish sejak 1898. Foto pertunjukan Musik dan Tari, pertunjukan Kerbau dan Warung di pameran Bondowoso pada Tentoonstelling Bondowoso, di tahun yang sama. Serta beberapa foto bersejarah lainnya.
Salah seorang anggota Pokdarwis Desa Pekauman, Mega Harta Pamungkas menjelaskan, bahwa pihakya mendapatkan koleksi foto-foto ini dari Tropen Museum dan Museum Leiden di Belanda.”Karena sebagian koleksi foto-foto mereka adalah open access,” katanya saat dikonfirmasi.
Meski mudah diakses kata dia, secara umum ada nuansa politis di balik pemuatan foto-foto tersebut. Hal ini karena foto-foto yang ditampilkan hanyalah foto yang mendukung citra positif Belanda di mata Indonesia.
“Jadi sebagian foto-foto yang tidak mendukung (citra, Red) mereka, tidak ditampilkan,” ujar pemuda 21 tahun asli Pekauman ini.
Meski foto-foto itu hasil cetakan ulang. Tapi foto itu bukan hasil download di Google. Tapi asli dari museum. Sehingga tidak pecah.
Bahwa, lanjut Mega, diselenggarakannya pameran foto itu untuk menyadarkan para pelajar dan masyarakat secara umum akan sejarah daerah sendiri.”Karena masih banyak pelajar, masyarakat Bondowoso yang tidak tahu sejarah daerahnya sendiri,” jelasnya.
Melalui pameran foto tersebut, diharapkan masyarakat meresapi perjalanan sejarah bangsa, khususnya warga Bondowoso dalam membangun peradaban.
“Semoga masyarakat Bondowoso semakin melek sejarah, dan menyadari perjuangan leluhurnya,” harapnya.
Selain pameran foto-foto Bondowoso Tempoe Doeloe. Dalam kesempatan itu juga ditampilkan budaya lokal Singo Ulung dan pentas seni.(mb11)

Tags: