Plt Kepala Dinsnaker Kota Malang: Sanksi Teguran Jika Tak Beri THR

Kota Malang, Bhirawa
Tunjangan Hari Raya (THR) pada lebaran tahun ini, harus segera diberikan jika tidak maka perusahaan bakal kena teguran. Bagia karyawan atau buruh yang tidak segera mendapatkan THR bisa langsung melapor pada Pos Pengaduan THR yang didirikan di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Malang.
Plt. Kepala Dinsnaker Kota Malang Supranoto,, mengutarakan jika ada laporan, pemerintah akan segera menindaklanjuti dengan menegur perusahaan yang tak kunjung memberikan THR pada karyawannya.
“Jika sampaiH-7 lebaran perusahaan tidak segera memberikan THR, maka akan kami laporkan ke pengawas di Disnaker Provinsi Jatim, perusahaan tersebut bisa kena teguran keras,” kata Supranoto di sela pemantauan pemberian THR, pkan kemarin.
Pos pengaduan tersebut, sambungnya, beroperasi sejak awal pekan ini hingga H-1 lebaran mendatang. “Karyawan yang belum dapat THR bisa langsung lapor ke posko, nanti akan ada tindaklanjut. Kami beroperasi pada jam kerja,” tuturnya.
Pada lebaran tahun ini, Disnaker Kota Malang melakukan pemantauan pada 250 perusahaan. Setiap harinya, tim yang berjumlah 14 orang disebar untuk memantau setiap perusahaan. Dari hasil pemantauan, sejauh ini beberapa perusahaan telah mematuhi aturan pemberian THR, salah satunya di Pabrik Rokok (PR) Gandum. “Kalau disini (PR Gandum) sudah tertib sesuai aturan,” ungkap Pranoto.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan SDM PR Gandum, Yohanes E Suparja mengatakan, di perusahaannya, THR telah dicarikan pada 21 Mei lalu. Nilainya pun sama dengan satu kali nilai gaji setiap bulannya. “Soal waktu dan nilai kita upayakan di atas satu kali upah sebulan. Sudah dicairkan dua hari lalu supaya karyawan tenang dan tetap semangat bekerja di sisa waktu sebelum lebaran,” ujar Yohanes.
Di pabrik rokok yang terletak di Kecamatan Sukun ini, terdapat 2.751 karyawan. Mereka akan diliburkan saat cuti bersama hari raya. [mut]

Tags: