PLN Se-Provinsi Jawa Timur Gelar Multi Stakeholder Forum 2019

PLN se Jatim saat. Gelar Multi stakeholder forum 219

Surabaya, Bhirawa
Sebagai upaya meneguhkan kembali komitmen PLN dalam penyelenggaran pengelolaan kelistrikan di Jawa Timur dengan memegang teguh integritas dan berpedoman pada prinsip Good Corporate Governance (GCG), PLN Grup se – Jawa Timur gelar acara Multi Stakeholder Forum 2019 dengan tema “Powering The Nation with Integrity” di Hotel Sheraton, Rabu (26/06). Peserta merupakan stakeholder PLN UID Jatim, PLN UIP JBTB I, PLN UIP JBTB
II, PLN UIT JBTB, dan PT PJB yang terdiri dari Forkopimda Jawa Timur, Dinas, Media, BUMN,Asosiasi, Sivitas Akademika, Yayasan, dan Tokoh Masyarakat . Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur Regional Bisnis Jawa Bagian Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Supangkat Iwan Santoso. Dalam  sambutannya,
Iwan menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud komitmen PLN untuk terselenggaranya pengelolaan kelistrikan yang berintegritas jauh dari praktik
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Dukungan dari seluruh stakeholder berperan penting demi terwujudnya hal tersebut.
“Perkembangan kelistrikan kita di Indonesia, Jawa Timur khususnya berkecukupan tidak defisit maka dari itu, sehingga pertumbuhan demand dari
sektor perindustrian dan bisnis dapat kami penuhi. Di sisi lain, kami juga berkomitmen untuk mewujudkan kelistrikan dengan berbasis pada energi bersih,
dan untuk mewujudkan itu kami membutuhkan dukungan dari semua stakeholder,” paparnya.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajid memaparkan sektor tenaga listrik memiliki peranan penting dalam pembangunan. Ada beberapa fokus
perhatian pemerintah, mulai dari peningkatan Rasio Elektrifikasi di Jawa Timur yang saat ini 98,3% target tahun 2021 mencapai 99,9%, peningkatan
infrastruktur jaringan kelistrikan di jalur selatan Jawa Timur, dan pykepulauan di Madura, pertumbuhan 5 kawasan industri di Jawa Timur sehingga membutuhkan
”ketersediaan listrik yang cukup. “Kami juga mengharap terobosan PLN untuk menaruh perhatian pada sektor transportasi menuju energi bersih, seperti
dengan adanya stasiun pengisian listrik untuk angkutan umum dan bus di Jawa Timur,” tambahnya.
Dikemas secara menarik dalam bentuk talkshow, peserta diajak berdiskusi mengenai isu-isu kelistrikan dan perindustrian di Jawa Timur bersama Generel
Manager UID Jawa Timur, Bob Saril, Kepala Bidang Perindustrian dan Perdagangan, Saiful Jasan, serta Perwakilan Dinas ESDM Jawa Timur, Didik
Agus. Bob Saril menyampaikan beragam program pemasaran kemudahan pelayanan, ketersediaan dan kecukupan listrik hingga komitmen PLN untuk
bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur capai Rasio Elektirifkasi 99,9% serta menciptakan energi bersih melalui electrifying lifestyle.
Mendukung pertumbuhan konsumsi listrik, Saiful Jasan menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sudah diatas 5% yang berarti diatas
pertambahan rata-rata nasional, kontribusi terbesar disumbang oleh industri pengolahan, perdangan, dan perindustrian.
Di akhir acara, seluruh stakeholder menandatangi deklarasi integritas yang berisi:
1. Mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotismen serta tidak melibatkan diri dalam perbuatan curang.
2. Tidak menerima, meminta atau melakukan pemberian secara langsung atau tidak langsung berupa suap, gratifikasi yang dianggap suap, hadiah
atau bentuk lainnya yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Menghindari benturan kepentingan (conflict of interest) dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.
4. Siap memberikan infromasi apabila mengetahui adanya indikasi perbuatan curang maupun KKN dan siap melaporkan perbuatan
penyimpangan integritas tersebut dengan tetap turut menjaga kerahasiaan saksi atas pelanggaran peraturan yang dilaporkan.
5. Bila kami melanggar hal-hal tersebut diatas, kami siap menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.(ma)

Tags: