PKM Unesa Serahkan Bantuan Mesin Sangrai Kedelai

Ketua tim Roy Januardi Irawan, menyerahkan bantuan berupa mesin penyangrai pada salah satu UMKM Rahayu.

Blitar, Bhirawa
Menggunakan mesin penyangrai kedelai, ternyata bisa meningkatkan kualitas rasa sari kedelai yang dihasilkan. Selain higienis, kematangannya bisa merata, enak dikomsumsi dan cepat dalam menyajikan.
Berangkat dari pemikiran inilah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Univesitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan bantuan mesin sangrai untuk produksi sari kedelai dilakukan oleh UMKM Rahayu, di desa Jading Kecamatan Sanankulon Blitar.
Ketua Tim PKM Unesa Roy Januardi Irawan, Sabtu (28/9) menjelaskan pembuatan sari kedelai yang dilakukam UMKM Rahayu awalnya masih tradisional yakni proses sangrai dilakukan dengan wajan. Proses ini dilakukan agar lebih empuk sehingga saat digiling, penepungan bisa halus.
Wajan sebagai alat produksi awal membuat sari kedelai, lanjutnya menjadi faktor yang menyebabkan pembuatan sari kedelai butuh waktu yang lama.
“Yang seharusnya, dalam 2 jam 20 botol, dengan menggunakan wajan, 2 jam hanya 10 botol karena waktu terpotong untuk menyangrai kedelai secara manual,” kata Roy. Kendala lainnya, lanjutnya, juga dialami saat kedelai masuk pada proses penggilingan. Penggilingan yang dilakukan di pasar sangat berdampat pada kualitas rasa dan mempercepat masa basi dari sari kedelai. Karena, saat menggiling akan tercampur dengan sisa-sisa gilingan lain sehingga mengakibatkan kurang higienis.
“Kalau tidak higienis akan jadi cepat basi,” terangnya. Karena itu, melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Unesa. Program Kemitraan Masyarakat, memberi bantuan berupa mesin sangrai kedelai, untuk UMKM Rahayu. Tujuannya, agar UMKM tidak lagi menggunakan cara tradisional sehingga memperbanyak jumlah produksi, yang nantinya berdampak pada peningkatan perekonomian warga sekitar.
Program Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Direktorat Jenderal Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Kemeristekdikti, jelas Roy, mengharapkan agar bantuan yang diberikan bermanfaat bagi UMKM Rahaya di Blitar, dan bisa terus berkembang dengan memiliki alat penyangrai sari kedelai yang higies dan instan.
Sementara itu, salahsatu pemilik UMKM Rahayu sari kedelai instan, Toni, mengatakan bantuan mesin penyangrai ini, sangat membantu proses produksi sari kedelai dari tradisional menjadi cepat saji (instan). Selain itu, kehigienisan dari sari kedelai yang terjaga dan bisa meningkatkan rasa sari kedelai. [gat.htn]

Tags: