Pilpres Sudah Tuntas

Pemilihan presiden (pilpres) sudah berakhir dengan penetapan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tahapan penetapan dilakukan setelah keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan penyelenggaraan pilpres, sesuai asas konstitusi. Juga berlandaskan amar keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak gugatan adanya pelanggaran administratif pilpres. Pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2019-2024.
Seluruh lembaga negara telah menerima penetapan hasil pilpres 2019, persis pada hari penetapan (30 Juni). Termasuk Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), MPR dan DPR-RI, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dan lembaga kepresidenan. Seluruh partai politik (parpol) juga menerima salinan penetapan dari KPU. Kerja keras dan seksama KPU (bersama Bawaslu) patut diapresiasi. Begitu pula masyarakat internasional, akan menerima informasi tuntasnya pemilu serentak 2019 melalui Kedutaan Besar RI.
“Tiada lagi 01 atau 02. Yang ada hanya persatuan seluruh Indonesia.” Begitu kata presiden Jokowi, sesaat setelah amar keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Sambutan incumbent sangat penting untuk menyambung kembali ke-bersatu-an sosial nasional. Harus diakui, hubungan psikologis nasional “terbelah” selama proses pilpres 2019. Terutama pada pergaulan media sosial (medsos), terasa bagai perang tanpa batas. Banyak ujaran penistaan, berita hoax, sampai fitnah di-posting bebas.
Konstitusi meng-amanatkan pilpres dalam dua pasal. Yakni, UUD pasal 6 ayat 1), dan pasal 6A sebanyak 5 ayat peraturan. UUD pasal 6A ayat (1) menyatakan, “Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.” Persyaratan menjadi calon presiden dan calon wakil presiden, diatur UUD pada pasal 6 ayat (1), dan undang-undang (UU) Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu.
Persyaratan ke-terpilih-an tercantum dalam UUD pasal 6A ayat (3). Secara tekstual diinyatakan : “Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.”
Tidak gampang memenangi pilpres, sampai dilantik menjadi presiden terpilih. Selain menang secara kuantitatif, masih terdapat persyaratan tentang kemenangan “kualitatif.” Yakni, pilpres harus tersebar pada 17 propinsi. Ini untuk menghindari kemayoritasan di kawasan tertentu (Jawa saja), tetapi tidak didukung kawasan lain. Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin memenangi pilpres dengan meraih 55,5% suara pemilih.
Dalam hal “kualitatif,” Jokowi-Ma’ruf Amin, telah memenangi pilpres 2019 di 19 propinsi. Itu bagai pasal syarat ke-NKRI-an dalam elektabilitas presiden. Pada 15 propinsi lainnya (tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi), Jokowi-Ma’ruf Amin, meraih dukungan kurang dari 50% suara. Sehingga persyaratan telah dipenuhi secara kualitatif (menang di 19 dari 34 propinsi) maupun kuantitatif.
Keunggulan Jokowi-Ma’ruf Amin, sebelumnya telah diumukan KPU (21 Mei), berdasar rekapitulasi hasil sistem perhitungan (situng). Rekapitulasi berjenjang dihimpun mulai TPS (Tempat Pemungutan Suara) hingga tingkat propinsi. Sebanyak 805 ribu lebih TPS disediakan untuk memungut 192 juta suara pemilih. Tersebar di 83.370 desa dan kelurahan di 514 kabupaten dan kota. Hasilnya, diperoleh partisipasi pemilih sebanyak 158 juta pemilih (81,97%) menggunakan hak pilih.
Seluruh proses pemilu serentak (pilpres dan pemilu legislatif) sudah tuntas. MK telah menyatakan bahwa pemilu 2019 telah selaras dengan amanat konstitusi. Sesuai UUD pasal 22E tentang pemilu yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

——— 000 ———

Rate this article!
Pilpres Sudah Tuntas,5 / 5 ( 1votes )
Tags: