Pilkades Serentak di Jombang Masuki Tahapan Pemesanan Surat Suara

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Mas’ud, saat diwawancarai media ini, Senin siang (07/09). [Arif Yulianto/Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Ajang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan diikuti 284 desa di Kabupaten Jombang pada tanggal 4 November 2019, saat ini tahapannya memasuki pemesanan surat suara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Jombang, Mas’ud menjelaskan, sesuai jadwal yang ada, harusnya saat ini desa melakukan pemesanan surat suara hingga persiapan bilik suara.
“Setelah desa menetapkan bakal calon menjadi calon, maka hari-hari ini, desa seharusnya dan memang schedule-nya adalah melakukan pemesanan surat suara. Bukan hanya itu, termasuk persiapan bilik dan sebagainya. Ini harus dilakukan oleh desa,” papar Mas’ud, Senin siang (07/09).
Ditanya lebih lanjut seperti apakah perkembangan komunikasi dengan pihak TNI maupun Polri terkait dengan pengamanan Pilkades serentak di Kabupaten Jombang, Mas’ud menjawab, pihaknya telah melakukan rapat dengan jajaran Polres dan Kodim Jombang, dan diminta agar pihak Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) merapat ke desa ataupun panitia Pilkades yang merapat ke Koramil (Forkopimcam).
“Terkait dengan pengamanan segalanya, termasuk pengamanan dari mulai pemesanan (surat suara). Hal inipun ketika kemarin kami rapat dengan camat, kami sampaikan semuanya. Jadi camat sudah kami instruksikan semacam itu, untuk lebih koordinatif,” terang Mas’ud.
Ditambahkan oleh Mas’ud, untuk pemesanan kartu suara sebagai kebutuhan Pilkades serentak ini merupakan kewenangan pihak desa. Pihaknya juga telah meminta kepada para camat untuk menginventarisirnya.
“Dengan sebuah harapan, camat bisa membantu tentang masalah pengamanannya. Jadi misal, desa ini pesannya di suatu tempat, maka camat bisa mendorong kepada (pihak) keamanan, bisa merapat, dan melakukan pengamanan dari mulai sampai dengan selesai,” imbuh Mas’ud.
Ditanya lebih lanjut terkait kebutuhan anggaran pengamanan pada pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Jombang ini, dia menjawab, ada dua kekuatan pengamanan yakni, pengamanan yang dilakukan oleh pihak desa dengan Linmas yang dicover dari anggaran yang sudah ada di masing-masing desa, dan pengamanan dari pihak Kepolisian serta Kodim dengan anggaran dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang yang telah dilakukan kajian oleh Tim Anggaran.
Sementara saat disinggung tentang tingkat kerawanan pada Pilkades serentak ini, dikatakannya, sejauh ini kondisi secara umum dalam kondisi yang kondusif.
“Namun tentunya, kami juga sudah me-‘maping’ desa-desa yang nanti kita anggap perlu perhatian khusus. Begitu pula dari Kepolisian, sudah me-‘maping’ itu,” pungkas Mas’ud.(rif)

Tags: