PGRI Kabupaten Probolinggo Gelar Smart English Training

Bupati Tantri membuka Smart English Training. [wiwid agus pribadi]

Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Dalam rangka Program Peningkatan Mutu Pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) menggelar Smart English Training di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, selama dua hari.
Smart English Training dibuka Bupati Probolinggo, Hj P Tantriana Sari SE ini diikuti 1.300 orang guru dari 24 PC PGRI se-Kabupaten Probolinggo yang dibagi dalam dua gelombang. Masing – masing gelombang diikuti 650 orang guru. Sebagai narasumber hadir dari Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN). Pembukaan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik), Dewi Korina, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Tutug Edi Utomo, serta sejumlah perwakilan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo, Purnomo, Selasa (29/10) mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi guru dalam kegiatan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) sebagaimana amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN dan RB) RI Nomor 16 Tahun 2009.
“Selain itu, merefresh kemampuan berkomunikasi Bahasa Inggris. Karena sejatinya guru sudah menerima Bahasa Inggris itu sejak di bangku SD dan bisa diterapkan dalam kelas maupun kegiatan sehari – hari. Serta menyambut HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 PGRI Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.
Bupati Tantriana menyampaikan apresiasi kepada PGRI Kabupaten Probolinggo yang telah semangat dan memiliki kemauan untuk terus mengembangkan dan menambah ilmunya, tak hanya untuk diri sendiri tetapi yang terpenting mentransfer ilmu yang nantinya untuk disampaikan kepada para murid.
“Tentunya ini akan menambah dari sistem pembelajaran guru kepada murid. Artinya ada kekompakan dan kemandirian yang mana sepertinya masyarakat setiap tahun terakhir ini sudah terbiasa manja. Jadi bagaimana semua selalu menuntut kepada pemerintah. Alhamdulillah PGRI bersama guru se-Kabupaten Probolinggo memberikan contoh konkrit dan semangat. Semoga forum ini bermanfaat dan berkah bagi semuanya,” katanya.
Bupati Tantriana mengharapkan, agar kegiatan Smart English Training ini memberikan manfaat bagi guru, khususnya dalam pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Ini menjadi bukti bahwasanya para guru ikhlas dan rela demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
“Mudah – mudahan apa yang telah dilakukan para guru ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT. Serta diberikan kemudahan dalam bertugas, termasuk kemudahan dalam mendidik murid – muridnya di sekolah. Sehingga menjadi sebuah kebaikan bersama para orang tua dalam menghantarkan anak – anaknya menjadi generasi muda harapan masa depan,” harapnya.
Lebih lanjut, Bupati Tantri, mengajak para guru untuk bersama-sama menjadi benteng pertama bagi perkembangan dan pembentukan karakter generasi. Karena pantangannya cukup mengerikan, tidak hanya sekedar Narkoba dan kenakalan remaja tetapi juga sudah sangat terlihat dengan jelas pudarnya karakter-karakter anak muda saat ini.
“Generasi muda kini inginnya instan dan maunya enak sendiri tanpa harus berjuang. Hal ini tentunya tak terlepas dari keberadaan gudget, sinetron TV serta band – band asal luar negeri. Sehingga mereka rela meninggalkan aktivitas apapun, bahkan tidak shalat untuk nonton konser. Inilah salah satu aspek bagaimana kehadiran seorang guru sangat dirindukan siswanya,” jelasnya.
Bupati Tantri menambahkan kompleksnya permasalahan di wilayah antara sekolah dan rumah sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter. Sehingga tugas guru bagaimana mengkondisikan tempat lingkungan bersama dengan orang tua dalam membentuk sebuah iklim yang baik bagi anak. Guru juga tidak boleh anti kritik, serta membuka diskusi seluas -luasnya dengan orang tua. Dan orang tua pun harus tahu bagaimana kondisi dan perkembangan anak di sekolahnya.
“Mari kita teguhkan hati untuk terus bersemangat dan berjihad dalam pembangunan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. Tentunya pendidikan menjadi hal yang utama dalam nafas dan pembangunan di Kabupaten Probolinggo. Salah satu programnya adalah peningkatan sumber daya manusia yang linier dengan program Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Utamanya menjaga generasi muda dan generasi penerus kita sesuai dengan apa yang kita cita-citakan bersama,” tambahnya. [wap]

Tags: