Petugas Sekolah All Out Layani Pengambilan PIN PPDB Hingga H-1 Lebaran

Antrean panjang wali murid untuk pengambilan pin ppdb di SMKN 2 Surabaya, Selasa (4/5).

Surabaya, Bhirawa
Antusiasme wali murid SMA/SMK negeri untuk mengambil pin PPDB masih tinggi hingga H-1 menjelang Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/6). Hal itu salah satunya terlihat di SMKN 2 Surabaya. Kendati sudah memasuki cuti bersama libur lebaran, petugas di sekolah tersebut masih all out memberikan layanan terbaik untuk masyarakat.
Tak tanggung-tanggubg, di sekolah tersebut bahkan mengerahkan 10 tim helpdesk untuk membantu proses pelayanan PPDB. Totalitas para petugas di satuan pendidikan ini tak lepas dari arahan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melalui Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur.
“Kita hanya berlakukan libur lebaran dua hari. Karena kami juga ingin memberikan pelayanan prima terhadap warga Surabaya,” tutur Kepala SMKN 2 Surabaya, Djoko Pratmodjo.
Djoko menuturkan, pengambilan PIN PPDB dapat dilakukan perseorangan maupun kolektif. Ia mencontohkan seperti yang dilakukan SMPN 2 Surabaya, dengan jumlah siswa yang diperkirakan mencapai 150 orang telah dilayani secara kolektif. Syaratnya, pemohon menyerahkan salinan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN), Nomor Ujian dan KK. “Kami sudah bekerjasama dengan sekolah itu (SMPN 2) sudah dari tahun kemarin. Ini juga sebagai salah satu antisipasi antrian panjang,” katanya. Hingga kemarin, total pin yang dikeluarkan SMKN 2 Surabaya sudah mencapai abgka 1.058 nomor.
Untuk PPDB di SMKN 2 sendiri, diakui Djoko, membuka kuota untuk 864 siswa untuk tahun ajaran 2019/2020. Yang mana, untuk aturan PPDB tahun ini, sebanyak 70 persen menggunakan nilai Ujian Nasional, 20 persen siswa miskin dan 5 persen perpindahan tugas orangtua dan 5 persen jalur prestasi. “Mereka yang mendaftar ke SMKN 2 nantinya, harus menyertakan tes kesahatan. Yang terpenting tidam buta warna. Karena mayoritas jurusan yang tersedia ada teknik dan animasi,” papar dia.
Sementara untuk disabilitas, pihaknya hanya menerima dua kategori ketunaan, yaitu slow learner dan tuna rungu.
Hal yang sama juga terpantau di SMKN 6 Surabaya. Sejak tanggal 31 April hingga tanggal 8 Juni pihaknya juga menyiapkan tim PPDB untuk melayani wali murid yang berdatangan.
“Selama libur lebaran kita tetap jaga. Karena sesuai dengan arahan Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Jadi orangtua bisa datang ke sekolah kami selama libur lebaran,” tutur, Kepala SMKN 6 Surabaya, Bahrun. Tidak jauh berbeda dengan SMKN 2 Surabaya, total pin yang dikeluarkan SMKN 6 Surabaya hingga hari ini sebanyak lebih kurang 1000 pin. [ina]

Tags: