Peternak Ikan Lele di Kab Sidoarjo Membutuhkan Modal Usaha

Tim dari BPR Delta Artha melihat kolam ikan lele milik peternak ikan lele di Desa Kebon Agung Kec Sukodono. [alikus/bhirawa]

(Peluang Bagus Menembus Pasar Eksport)

Sidoarjo, Bhirawa
BPR Delta Artha Sidoarjo tertarik untuk menggulirkan agunan kreditnya pada kelompok peternak ikan lele yang ada di Kab Sidoarjo.
Menurut penjelasan Direktur Operasional BPR Delta Artha Sidoarjo, Elys Sulistyaningsih, peternak ikan lele di Kab Sidoarjo yang tergabung dalam komunitas peternak ikan lele “Kolam Kita” mengaku kalau pangsa pasar ikan lele yang dihasilkan dari Sidoarjo sangat besar. Baik untuk kebutuhan rumah tangga, rumah makan bahkan eksport.
“Tapi sayangnya, peternak ikan lele, masih kesulitan suntikan dana untuk modal usaha, maka kita sosialisasikan pada mereka akan produk kredit dari BPR Delta Artha, siapa tahu bisa membantu mereka,” kata Elys, usai berdialog dengan komunitas peternak ikan lele “Kolam Kita” di Desa Kebon Agung Kec Sukodono, Rabu (13/2) kemarin.
Menurut Elys, pihak BPR Delta Artha menawarkan produk kredit non agunan, tiap orang maksimal Rp5 juta. Dengan pola tanggung renteng. Namun apabila peternak menganggap masih kurang dan butuh modal usaha lebih dari itu, kata Elys akan dibicarakan dulu dengan tim dan pimpinan.
“Pertemuan yang pertama ini sebagai bahan pertimbangan bagi kami dalam memberikan kredit. Jadi tidak bisa langsung jadi. Akan kami rapatkan dulu semoga bisa.
Tapi kesempatan ini kami anggap tetap sebagai peluang. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kerja sama antara kita nantinya,” papar Elys.
Devan, salah satu personil peternak ikan lele yang berada dalam komunitas “kolam kita” mengatakan pangsa pasar untuk produksi ikan lele dari Sidoarjo sangat terbuka lebar.
Menurut Devan, permintaan ikan lele di dalam wilayah Sidoarjo saja, sehari sampai satu ton. Kalau sampai melayani luar kota seperti Surabaya bisa sampai 30 ton.
“Karena tidak mampu memenuhi permintaan, kami kadang harus beli ikan lele sampai ke luar kota,” kata Devan dalam kesempatan sosialisasi oleh BPR Delta Artha tersebut di rumah Eko Didik, koordinator “Kolam Kita” di Desa Kebon Agung, Sukodono.
Sebagai putra daerah, Devan merasa sayang peluang bagus itu terbuang. Maka perlu tambahan modal untuk bisa meningkatkan produksi panen ikan lele dari Sidoarjo sendiri.
“Bahkan masih ada lagi untuk peluang kiriman ke pabrikan, untuk dieksport ke Eropa dan Korea, produk daging ikan lele ini mulai dipakai untuk mengganti produk daging sapi,” katanya.
Jumlah komunitas peternak ikan lele “kolam kita, kata Eko, sementara ini ada sekitar 100 an orang. Peternaknya berasal dari berbagai desa yang ada di Kab Sidoarjo. Komunitas ini dibentuk sebagai tempat berbagi ilmu pengetahuan dalam meningkatkan produksi ikan lele. (kus)

Tags: