Petani Mengeluh Produksi Rumput Laut Sidoarjo Turun Hingga 50 Persen

Hasil panenan rumput laut asal Desa Kupang yang siap diolah setelah dikeringkan. [achmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Musim hujan yang terkadang bersamaan dengan banjir rob, ternyata sangat berdampak terhadap para petani rumput laut yang ada di wilayah Sidoarjo. Bahkan para petani mengeluh produksinya turun hingga 50% dari musim kemarau.
Seperti diungkapkan H Mustofa, petani rumput laut asal Desa Tanjungsari, Kec Jabon, Sidoarjo. Menurutnya, turunnya penghasilan rumpur laut ini sudah dirasakan sejak memasuki musim penghujan pada Septermber 2018 lalu.
“Karena cuacanya yang terus tak menentu, sehingga kami juga mengalami kesulitan saat melakukan pengeringan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap produksinya,” jelas Mustofa.
Menurutnya, jika di musim kemarau para petani rumput laut bisa mengeringkan rumput laut mencapai sekitar 400 ton hingga 600 ton dalam satu bulan. Namun, memasuki musim penghujan dengan cuaca tidak menentu ini, hanya bisa mengeringkan rumput laut sekitar 150 ton hingga 200 ton saja.
“Jadi, turunnya hasil pengeringan itu, otomatis mengurangi pendapatan para petani rumput laut di wilayah pesisir Sidoarjo, khususnya di kawasan Jabon. Tak hanya berkurang hasil pengeringan, tapi di area pertambakan juga mengalami rusak, karena adanya banjir rob. Untuk harga bahan baku rumput laut mentah saat ini sebesar Rp6 ribu hingga Rp7 ribu per kg nya. Bahan baku rumput laut ini dijual ke perusahaan hingga melalui jalur eksport,” jelas Mustofa, (12/2).
Mustofa berharap kepada pihak pemerintah mendengar keluhan puluhan pekerja rumput laut, agar membantu dalam pemasaran bahan baku rumput laut. Sehingga para petani di desa terpencil ini bisa mengangkat ekonomi warga, khususnya para ibu-ibu.
Sementara itu, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Sidoarjo yang diwakili Penyuluh Perikanan, Agus Triono menjelaskan, memang penyusutan ini kebanyak dari sulitnya para petani untuk melakukan pengeringan. Musim penghujan, tentu saja sangat kurang sekali cuaca panasnya. Namun, bila musim kemarau, mereka akan pulih kembali seperti semula.
Agus menegaskan, pemerintah juga sudah melakukan atau memberikan bantuan berupa para-para/waring, freezer, termasuk bantuan gudang penyimpanan yang terletak di Desa Kupang, dan berkapasitas 150 ton dan 300 ton.
“Kalau jumlah petani yang terdaftar sebanyak 27 kelompok, per kelompok ada 15 orang petani. Sementara jumlah produktivitas rumput laut di Sidoarjo dalam sebulan bisa menghasilkan sekitar 300 ton hingga 325 ton. Untuk menghasilkan kualitas terbaik, penyusutannya bisa cukup jauh. Dalam 8 kg rumput laut basah, bisa menjadi 1 kg kering dengan kualitas baik dan bersih,” kata penyuluh terbaik ini. [ach]

Tags: