Perpusnas RI Apresiasi Inovasi E-BECA Bondowoso

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bondowoso Drs H Karna Suswandi MM mendampingi Fathmi dari Perpustakaan Nasional Jakarta. [Samsul Tahar]

Bondowoso, Bhirawa
Perpustakaan Nasional RI mengapresiasi adanya inovasi E-BECA (Elektrobik Bondowoso Catalog) yang dilakukan oleh Dina Perpustakaan dan Kearsiapan wilayah setempat.
Seperti disampaikan oleh Fathmi, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasionak RI, pada awak media, di acara Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca Perpustakaan Nasional RI bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Bondowoso, di Aula Sabha Bina 1, kemarin.
Ia mengatakan terobosan yang sangat bagus. Karena adanya elektronik itu akan memudahkan masyarakat kita untuk memperoleh informasi meskipun secara fisik mereka tak datang ke Perpustakaan.
“Insyallah masyarakat Bondowoso yang tadinya buta hurufnya sekian persen akan bisa banyak turun,” tuturnya.
Harapannya dengan E-BECA ini masyarakat Bondowoso bisa lebih maju lagi.
Drs H Karna Suswandi MM, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Bondowoso, mengatakan, bahwa saat ini buku bukanlah segalanya dalam meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat. Karena dengan adanya elektronik, masyarakat pun bisa mengakses berbagai bacaan tanpa harus datang ke perpustakaan.
Karena itulah, pihaknya membuat inovasi E-BECA yang menyajikan berbagai buku bacaan yang bisa diakses gratis oleh masyarakat.
“Sehingga masyarakat tak lagi bergantung pada buku, tapi bisa melihat membaca di rumah sambil ngopi dan lain-lain. Ini adalah kemudahan yang diberikan pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan SDM masyarakat. Sekaligus, membantu Dikbud dalam mencerdaskan masyarakat Bondowoso,” ujarnya.
Ditanya perihal E-BECA yang tak bisa diakses oleh pelajar setingkkat TK dan PAUD, serta masyarakat sulit internet, Karna menjelaskan bahwa dinas yang dipimpin tidak kemudian konsentrasi kepada aplikasi E-BECA. Melainkan, juga ada perpustakaan keliling, dan juga dibukanya perpustakaan setiap hari.
“Perpustakaan kita dengan adanya E-BECA ini bukan berasti semuanya langsung dihabisi. Tidak. Jadi perpustakaan daerah tetep ada, perpustakaan keliling juga ada. Sasarannya yakni menjangkau yang masih belum bisa menjangkau elektronik,” pungkasnya.
Untuk informasi, Pemerintah daerah Bondowoso, dalam hal ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan melaunching website dan aplikasi Elektronik Bendebesah Catalog (E-BECA), pada Mei 2019 lalu.
Diterangkan bahwa website dan aplikasi E-BECA yang disebut merupakan perpustakaan digital ini, bisa diakses secara gratis melalui laman website perpustakaan.
Adapun buku-buku yang disajikan menggunakan tiga bahasa yakni, Bahasa Indonesia, Madura, dan Inggris. Pada tahap awal sedikitnya telah ada 266 judul buku yang telah bisa diakses. Di dalam aplikasi itu, juga terdapat fitur-fitur yang memungkinkan setiap pengunjung E-BECA untuk saling berinteraksi, utama berdiskusi terkait dengan buku yang sedang dibaca. [har]

Tags: