Permudah Investor, DPRD Kabupaten Gresik Segera Buat Perda

Peserta Workshop Media Transformasi dan Tata Kelola Industri di Era Revolusi 4.0 di Hotel Harris Batam, Kepulauan Riau. [rokim/bhirawa]

Gresik, Bhirawa
Untuk mempermudah investor masuk, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik segera menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukum permudah proses perizinan bagi investor.
Menurut Wakil Ketua DPRD Gresik, Nur Qolib, adanya Perda ini juga diharapkan akan menarik investor sebanyak – banyaknya menanamkan modal usahanya di Kab Gresik. Sebab, selama ini dewan menganggap sinergitas antar lembaga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dianggap kurang mendukung kemudahan berinvestasi di Gresik.
”Selama ini memang sudah ada OPD yang mengurusi. Tetapi, masih ada kelemahan dan hal itu menjadi PR utama dewan kedepannya,” ujarnya usai Workshop Media Transformasi dan Tata Kelola Industri di Era Revolusi Industri 4.0 di Hotel Harris Batam, Kepulauan Riau.
Selain memperbaiki sinergitas antar OPD, dewan juga akan memanfaatkan perkembangan teknologi. Pasalnya, Gresik menjadi salah satu tujuan utama investasi. Sebab ada dua persoalan besar selama ini, mengenai bagaimana menarik investor. Pertama, soal tenaga kerja serta sinergitas dengan memanfaatkan teknologi.
Untuk tenaga kerja, lanjut Nur Qolib, tidak hanya meningkatkan ketrampilan saja. Tapi, juga bagaimana dengan teknologi tenaga kerja di Gresik bisa bersaing dengan tenaga kerja asing di era millenial.
Ditambahkan Nur Qolib, untuk UMK pekerja di Gresik memang tertingggi di Jatim. Tapi, mereka belum maksimal. Sebab kini, tenaga kerja yang harus dipersiapkan bisa memanfaatkan teknologi di Era Revolusi Industri 4.0.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Gresik, Asroin Widiana mengatakan, mengenai kemudahan berinvestasi juga menyiapkan pelatihan yang mengarah ke arah teknologi. Juga akan menata tata kelolah industri. Dimana, investor diberi kemudahan dan perusahaan yang berdiri diberi tata ruang. Sehingga, industri baru yang berdiri tidak berdiri di lahan pertanian. Sebagai, antisipasinya harus ada RT RW-nya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gresik, Sholahuddin mengatakan, kegiatan seperti ini sangat penting karena memberi wawasan kepada wartawan, harapanya melalui kegiatan workshop ini wawasan wartawan yang bertugas semakin bertambah dan Gresik bisa lebih maju.
Sedang Dimas AR selaku Pear Bussiness Support Specialist of SKK Migas Jabanusa, yang turut mengisi acara worksshop media menambahkan, setiap lini industri pihaknya beradaptasi dengan adanya Ea Revolusi 4.0. Jika dikaitkan dengan hulu migas muncul banyak peluang, saat ini di Indonesia ada 216 wilayah Kerja (WK) salah satunya di Gresik. Dan belum semua dieksplorasi, dari jumlah itu, terbagi onshore dan offshore.
”Ada 128 cekungan 74 belum dieksplorasi, potensinya masih sangat bagus dan seksi. Harapanya, dengan Revolusi Industri 4.0 bisa ditingkatkan lagi,” ungkapnya. [adv.kim]

Tags: