Perkumpulan Pengelola Pendidikan Islam Terbentuk

Acara pelantikan Pengurus Perma Pendis Indonesia di Gedung KH M. Yusuf Hasyim, Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Sabtu siang (9/2). [Arif Yulianto]

Jombang, Bhirawa
Bertujuan untuk meningkatkan mutu lembaga-lembaga pendidikan islam di Indonesia, para pengurus Perkumpulan Manager Pendidikan Islam (Perma Pendis) Indonesia dilantik di Gedung KH M. Yusuf Hasyim, Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng, Jombang, Sabtu siang (09/02).
Pelantikan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara Kongres pertama Perma Pendis Indonesia. Ketua Umum Perma Pendis Indonesia, Dr. H. Badrudin M.Ag mengatakan, terdapat banyak lembaga pendidikan islam di Indonesia yang mana para managernya belum memiliki asosiasi profesi.
“Maka hari ini merupakan launching pertama bagi perkumpulan profesi manager pendidikan islam di Indonesia ini,” ujar Badrudin usai acara.
Latar belakang lahirnya asosiasi tersebut diantaranya lanjut Badrudin, adalah untuk meningkatkan mutu lembaga-lembaga pendidikan islam.
“Para manager pendidikan islam harus berhimpunkan diri dalam himpunan profesi, supaya bisa duduk bersama, menyamakan persepsi, memikirkan kemajuan pendidikan islam ke depan melalui penyiapan sejumlah program yang bersifat strategis,” paparnya.
Ditanya lebih lanjut bagaimana kondisi pendidikan islam di Indonesia saat ini, Badrudin menjawab, saat ini pendidikan islam di Indonesia sudah bagus dan maju. Namun agar lebih maju lagi, para manager pendidikan islam baik yang berada di jalur formal maupun non formal, harus bersatu dan bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan islam.
“Pertama agar lulusan-lulusan pendidikan islam ini menguasai kompetensi di bidang keilmuan agama islam, sehingga mereka bisa bekerja sesuai dengan profesinya sejalan dengan pemenuhan kualifikasi akademiknya,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, yang lebih penting lagi saat ini, terkait dengan asosiasi profesi manager pendidikan islam ini bahwa para manager pendidikan islam adalah merupakan tenaga kependidikan dalam konteks Kementrian Agama Republik Indonesia yang perlu difikirkan dalam hal pemenuhan kualifikasi dan peningkatan kompetensinya, serta sertifikasinya. Perhatian kepada para tenaga kependidikan kata Badrudin, penting dilakukan karena mereka adalah bagian dari pihak yang menentukan mutu pendidikan islam itu sendiri.
“Dalam konteks pendidikan islam, sertifikasi yang sudah dilakukan baru terhadap para pendidik pendidikan islam Indonesia. Terhadap tenaga kependidikan, itu relatif belum dilakukan,” tandasnya. [rif]

Tags: