Peringati HSN Ke-5, Santri Pastikan Jaga dan Kuatkan NKRI

Inovasi Santri Ditampilkan di Bazar Hari Santri

Bondowoso,Bhirawa
Hari Santri ke 5 diperingati di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur. Mengambil tema `Menumbuhkbangkan Potensi Santri Untuk Peradaban Indonesia`, para pimpinan daerah meminta Hari Santri bisa dijadikan momentum menjaga NKRI dan menguatkannya di berbagai bidang.
Di Bondowoso, , apel Hari Santri Nasional (HSN) di gelar di Alun-alun Raden Bagus Asra Ki Ronggo Bondowoso, Selasa (22/10), diikuti seluruh elemen santri yang terdiri dari Pondok Pesantren dan seluruh Badan Semi Otonom Nahdlatul Ulama seperti Gerakan Pemuda Ansor, Banser, IPNU dan Banom lainnya.
Dalam kesempatan itu turut mengisi Apel HSN 2019, sejumlah tokoh yakni Ketua DPRD Ahmad Dhafir bertindak sebagai pembaca ikrar santri, mantan Bupati Amin Said Husni selaku Muhtasyar NU Bondowoso membacakan resolusi jihad.
Bupati Bondowoso Drs KH. Salwa Arifin bertindak pembina apel mengatakan, peringatan hari HSN dapat dijadikan jembatan untuk makin memajukan peradaban Islam.

Punya Peran Vital, Bupati Beri Apresiasi Santr

Setiap santri harus memupuk rasa kesadaran bahwa mencintai tanah air merupakan sebagian dari iman. Santri harus menegaskan bahwa islam dan negara tidak bisa dipisahkan.
“HSN sebagai Jembatan emas untuk dalam mengedepankan keberadaan islam. Harus dijadikan momentum meningkatkan kecintaan rasa hubbul waton minal iman. Pada pancasila pada sila pertama yakni ketuhanan yang Maha Esa,” katanya.
Di Lamongan peringatan Hari Santri dimeriahkan dengan pameran UKM dan produk inovatif santri. Bupati Lamongan Fadeli secara resmi membuka gelaran pameran Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan produk inovasi santri di Alun-alun Kabupaten Lamongan usai menjadi inspektur upacara Apel Hari Santri 2019, Selasa (22/10).
Pameran UKM yang diikuti berbagai lembaga seperti DPC NU Lamongan, DPC NU Babat, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kementrian Agama Lamongan dan Dinas Koperasi dan UKM tersebut menampilkan berbagai produk kreatif.
Puluhan produk kreatif dari berbagai UKM ditampilkan. Seperti sarung tenun ikat khas Lamongan, songkok, tas, buku dan kitab pesantren, serta aneka makanan dan minuman serta inovasi lainnya.
Fadeli berharap agar santri mentransformasi diri, menjadi lebih modern, milenial. Yakni dengan menjadi santri yang inovatif, dapat menciptakan produk-produk daya guna, sehingga menciptakan peluang pekerjaan untuk sesama.
“Santri milenial itu harus menjadi santri yang kreatif, menciptakan inovasi produk daya guna sehingga secara tidak langsung dapat menciptakan peluang pekerjaan untuk sesamanya,” imbuhnya.
Sementara di Probolinggo sekitar 50 orang santri di Kota Probolinggo menikmati fasilitas kapal feri yang berlayar dari Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo mengelilingi Pulau Gili Ketapang, Selasa (22/10).
Acara dilanjutkan dengan upara peringatan HSN (Hari Santri Nasional) yang ke 5 di stadion Bayuangga, dihadiri Walli kota Hadi Zainal Abidan dan Wawali Subri, OPD dan ribuan santri.
Wisata bahari berkeliling Pulau Gili Ketapang ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Probolinggo dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). Kapal feri Gandha Nusantara II Surabaya beberapa santri dari sejumlah pondok pesantren berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 08.00.
Pelepasan santri dilakukan oleh Wawali Mochammad Soufis Subri yang didampingi Kepala KSOP Kapten Subuh, Kabag Kesra Choirul Anam dan Camat Mayangan M.Abas.

Bupati Salwa Sebut Hari Santri Nasional Sebagai Jembatan Emas

Wawali menyebutkan santri adalah bagian dari proses pembangunan Indonesia khususnya di Kota Probolinggo. “Bentuk sinergitas pemkot dengan KSOP ini agar santri punya semangat membangun Probolinggo lebih baik,” katanya.
Santri yang berkualitas akan berdampak pada kemajuan suatu daerah karena santri memiliki keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama. “Nikmati perjalanannya di laut, wisata bahari tadabur alam. Silahkan menanyakan apa saja kepada petugas. Buatlah kegiatan ini bermanfaat dan untuk pengalaman,” pesannya.
Setelah seremonial pelepasan, santri dan pendamping masuk ke dalam kapal feri Gandha Nusantara II. Ekspresi beragam pun terlihat di wajah santri perempuan dan laki-laki. Mereka penasaran dan berdiri disamping kapal sambil melihat kondisi laut sekitarnya.
Sebelum feri berangkat, para santri diminta masuk ke dalam ruang penumpang untuk diberi informasi tentang kapal dan pemakaian pelampung.
“Wisata ini sangat menarik, kami bisa melihat laut lebih dekat. Dengan kegiatan ini santri seperti saya bisa punya pemahaman yang luas tentang laut, transportasi dan lainnya,” kata Siti Husniah, santri Ponpes Nurul Hidayah, Kademangan.
Sementara di hari Santri , Kepolisian Resort Kota Batu membagikan Kitab Suci Al-Quran kepada ratusan santri. Pembagian ini dilakukan para Penegak Hukum Kota Batu untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) pada Selasa (22/10) kemarin.
Sebelum pembagian Kitab Suci, terlebih dulu dilakukan Upacara Peringatan HSN yang dilaksanakan di halaman Mapolres setempat. Upacara dipimpin langsung Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Pratama yang diikuti seluruh Anggota Satuan.
Uniknya, para Polisi laki-laki semuanya mengenakan kopyah hitam, dan untuk Polisi perempuan semua mengenak hijab. Keunikan lain dalam upacara kemarin juga di ikuti para santriwan dan santriwati Kota Batu.
“Peringatan Hari Santri ini sebagai simbol adanya sinergitas antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat, terutama santri. Karena santri memiliki peran besar di dalam mempertahankan dan mengisi Kemerdekaan Bangsa,”ujar Harvi, panggilan akrab Kapolres, Selasa (22/10).
Dia berharap melalui peringatan Hari Santri dan pembagian Al-Quran ini akan mampu meningkatkan keimanan para Anggotanya. Hal ini dianggap penting untuk meningkatkan kinerjadan loyalitas anggota dalam melayani masyarakat.
Di Situbondo, Bupati Dadang Wigiarto mengingatkan para santri juga piawai dalam mengambil peran menjelang detik-detik kemerdekaan maupun paska kemerdekaan.
“Kala itu peran santri yang dipimpin Kyai Hasyim Asy’ari sempat mengalami ujian dari penjajah. Saat itu juga KH Hasyim Asy’ari menerbitkan resolusi jihad yang kompak diikuti oleh kiai-kiai se-Indonesia,” terang Bupati Dadang.
Masih kata Bupati Dadang, dalam perjalanannya resolusi jihad memiliki peran strategis sehingga mampu membuahkan hasil yang membanggakan. Baru memasuki babak orde lama dan orde baru, lanjut Bupati Dadang, peran santri kian tangguh.
Bahkan para santri menerima azas tunggal Pancasila dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Saat negara kritis, keberadaan kaum santri untuk mengambil peran bagi bangsa Indonesia sangat menentukan. Terbukti para santri, kiai dan pondok pesantren menerima asas tunggal Pancasila,” tegasnya.
Disisi lain, pasca peringatan upacara bendera Hari Santri Nasional dengan tema “Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia” disambut antusias jajaran Polres Situbondo. Korps baju cokelat itu mengadakan layanan SIM gratis bagi para santri yang tercatat sebagai hafiz Alqur’an.
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan penghargaan Kapolres Situbondo AKBP Awan Hariono, kepada para santri Situbondo yang hafal Al-Quran,” terang Kasubag Humas Polres Situbondo IPTU Nuri. [mg11 awi, wap, nas, yit]

Tags: