Peringati Hari Santri, Ketum PBNU Ziarah Makam Pendiri NU di Jombang

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siradj bersama rombongan saat berziarah di makam pendiri NU, KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) di Komplek makam keluarga Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Kamis (17/10). [Arif Yulianto/Bhirawa].

Jombang, Bhirawa
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqiel Siradj berziarah ke makam para pendiri NU di Jombang, Kamis (17/10) untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang puncaknya diperingati pada 22 Oktober mendatang. Safari dilakukan mulai dari berziarah Makam keluarga besar pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim), KH Wahid Hasyim dan Presiden RI ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kompleks makam keluarga Pondok Pesantren (Ponpes)Tebuireng, Jombang.
Kedatangan KH Said Aqiel Siradj dan rombongan disambut oleh para tokoh NU dan ulama Ponpes Tebuireng, Jombang. Selanjutnya, Kiai Said beserta rombongan langsung menuju makam untuk berziarah dan menggelar doa bersama.
Setelah dari Tebuireng, kegiatan yang sama dilakukan di Makam pendiri NU, KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) di makam keluarga Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Disitu, Kiai Said juga menggelar doa bersama. Sekitar tiga puluh menit, Kiai Said memimpin dzikir dan doa bersama di makam Mbah Wahab.
“Ziarah di makam pendiri NU ini bukan hal yang aneh, kita harus berhubungan dengan para leluhur yang sudah disisi Alloh. Kita ini yang ada kan masih tamak, rakus, egois. Dengan beliau yang sudah lepas dari itu semua,” Kiai Said ketika diwawancarai sejumlah wartawan usai ziarah di Makam KH Wahab Hasbullah (Mbah Wahab).
Setelah itu Kyai Said dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Pesantren Pesantren Denanyar untuk berziarah ke makam pendiri NU, KH Bisri Syansuri (Mbah Bisri), kemudian ke Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Peterongan, Jombang. Esok harinya, rombongan dijadwalkan menuju makam Sunan Ampel dan KH Hasan Gipo, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang pertama.
Sementara, puncak peringatan Hari Santri Nasional rencananya akan dilaksanakan di Parung, Bogor, tepat pada 22 Oktober mendatang. Beberapa rangkaian acara digelar sejak tanggal 21 Oktober malam, mulai dari pembacaan Sholawat Nariyah satu milyar, khataman Al Quran satu juta dan pidato kebudayaan di gedung museum PBNU. Said Aqiel berharap, di peringatan Hari Santri Nasional ini, para santri semakin mempertebal ilmu agama dan rasa nasionalismenya.
“Semua santri harus mempertebal agama dan nasionalis,” pungkasnya.(rif)

Tags: