Peringati Hari Kartini dengan Lomba Fashion Busana Daur Ulang

Para siswa yang memperagakan busana daur ulang sedang berlenggak lenggok diatas meja sekolah yang di tata menyerupai Cat Walk. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Menumbuhkan jiwa kreativitas para siswa dalam mengolah bahan daur ulang. SD Muhammadiyah 2 Surabaya menggelar lomba Fashion Show dengan busana Re Cycle atau bahan daur ulang. Selain Lomba Fashion Show, Festival Kebaya dan Baju Adat, market day atau bazar ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April.
Menurut Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini, Ustadz Mochammad Agus Zaki Fanani SPd, tema peringatan Hari Kartini tahun ini adalah Menginspirasi Generasi Berprestasi Menjadi Insani Berbudi Pekerti. Tema diambil dengan berusaha mewujudkan adanya keadilan gender yakni kesadaran laki-laki dalam menghargai perempuan.
Ustadz Zaki menjelaskan, lomba fashion show busana yang terbuat dari bahan daur ulang ini digelar, agar bisa menyadarkan para siswa dan warga masyarakat sekitar tentang pentingnya memanfaatkan limbah atau bahan-bahan daur ulang yang bisa diolah lagi menjadi barang-barang atau produk yang mempunyai nilai ekonomis atau mempunyai nilai jual. Dan menginspirasi para siswa agar bisa berkreasi dalam memanfaatkan bahan daur ulang menjadi produk yang bernilai ekonomi.
“Peringatan Hari Kartini tahun ini diantaranya dengan menggelar lomba Fashion Show busana dari bahan daur ulang. Tujuannya, agar para siswa bisa kreatif dengan memanfaatkan bahan – bahan daur ulang sehingga mempunyai nilai ekonomi dan bisa dijual. Dan mengajak para siswa dan warga masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Ustadz Zaki.
Ustadz Zaki juga menjelaskan, sebelumnya para siswa telah mendapatkan materi tentag pemanfaat bahan – bahan daur ulang dari LSM Semut Hijau. Para siswa juga diajari tentang pentingnya kebersihan di rumah, sekolah dan lingkungan sekitarnya, sedangkan untuk barang atau bahan yang bisa dimanfaatkan tidak dibuang tetapi harus dimanfaatkan lagi. Agar bahan daur ulang itu bisa dibuat untuk produk tertentu yang bisa dijual.
Lomba fashion show yang digelar di ruang pertemuan sekolah pada Jumat (3/5) lalu berlangsung meriah. Sebab orang tua murid dan para guru yang melihat peragaan busana para siswa memberikan applus, sehingga siswa peserta lomba menjadi bersemangat. Penilaian lomba fashion show meliputi inovasi atau kreatifitas, estetika karya, kesesuaian tema, kerapihan karya dan orisinilitas karya.
Dalam pawai peringatan Hari Kartini SD Muhammadiyah 2 Surabaya itu juga digelar pawai para siswa yang mengenakan beraneka ragam baju adat, diantaranya mengenakan busana Cak dan Ning Surabaya. Pawai keliling di sekitaran Jl Peneleh, Surabaya. Selain berjalan, juga ada dua siswa terpilih yang naik becak dan naik andong. [fen]

Tags: