Peringati 1 Muharam, SD Mudipat Bagikan 3.500 Nasi Bungkus

Para siswa SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya membagikan nasi bungkus kepada pengguna jalan yang melintas di depan sekolah. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
Peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1441 Hijriah di SD Muhammadiyah 4 (SD Mudipat) Pucang, Surabaya, Senin (2/9) kemarin, diwarnai pembagian 3.500 nasi bungkus kepada dhuafa dan pengguna jalan, saling tukar jajanan tradisional dan aksi damai dengan tema Semangat Hijrah, meneguhkan Ukhuwah, memajukan Indonesia.
Menurut Kepala SD Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustadz M Syaikhul Islam, tujuan peringatan ini untuk mengingatkan kepada para siswa dan warga Muslim kalau Hari Minggu (1/9) bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 Hijriah. Namun Hari Senin (2/9) kemarin baru bisa mengadakan selebrasi perayaan Tahun Baru Islam bersama para siswa, agar Umat Islam tahu kalau Umat Islam juga mempunyai Tahun Baru.
“Datangnya Tahun Baru Islam ini harus dirayakan, sebab ternyata masih banyak Umat Islam yang tidak menyadari kalau pada Hari Ahad kemarin bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1441 Hijriah merupakan Tahun Baru Umat Islam,” Ustadz Icool-sapaan akrabnya.
Maka pada perayaan Tahun Baru Islam di SD Muhammadiyah 4 Surabaya dengan agak unik, yakni para siswa diajak membawa jajanan tradisional seperti kue lemper, kue cucur, nogosari, gethuk dan lainnya. Hal ini supaya bisa menumbuhkan budaya dan kreativitas masyarakat sehingga kue tradisional dagangannya bisa terjual laris. Jajanan tradisional ini kemudian saling tukar dengan temannya dengan semua kelas dan dimakan bersama dengan masing – masing kelas.
Selain itu, para siswa diimbau untuk membawa satu nasi bungkus, ternyata kebanyakan anak – anak membawa lebih dari satu nasi bungkus. Sehingga dari total siswa sebanyak 1550 terkumpul nasi bungkus sebanyak 3.500. Nasi bungkus dan air mineral ini kemudian dibagikan kepada pengguna jalan yang kebetulan melintas di depan sekolahan. Nasi Bungkus itu juga dibagikan ke Panti Asuhan (PA), diantaranya PA Aisyiah Barata Jaya, PA Aisyiah Gayungan, PA Muhammadiyah Medokan, PA Muhammadiyah Asem Rowo, Surabaya, juga dibagikan ke sekolah TK Aisyiah di sekitar, para abang becak dan fakir miskin.
Ustadz Icool menjelaskan, SD Muhammadiyah juga menyampaikan pesan khusus karena momentum 1 Muharram yang identik dengan Hijrah Nabi Muhammad SAW, maka mengajak kepada masyarakat untuk berhijrah kepada yang lebih baik, terutama bangsa dan negara yang saat ini sedang dilanda konflik horizontal. Dimana ada satu daerah tertentu ingin lepas dari NKRI hanya karena hal yang sepeleh yakni adanya ucapan warga masyarakat yang kurang pantas diucapkan, sehingga memicuh kekisruhan situasi nasional.
Selain itu, dalam mimbar yang dibangun para siswa juga mengajak masyarakat untuk berhijrah dengan kembali meneguhkan tiga ukhuwah. Pertama Ukhuwah Islamiah artinya ukhuwah dengan sesama Umat Islam, kedua ukhuwah Wathoniah artinya ukhuwah dengan sesama anak bangsa, dan ketiga ukhuwah basyariah artinya ukhuwah dengan sesama anak manusia dimanapun berada.
“Jadi kita merekatkan kembali, mentautkan kembali dan mempersatukan kembali tali persaudaraan atau ukhuwah kita, baik dengan sesama umat muslim, dengan sesama anak bangsa dan dengan sesame anak umat manusia di muka bumi ini. Inilah pesan yang ingin disampaikan dalam perayaan Tahun Baru 1 Muharram yang mengambil tema Meneguhkan Komitmen Hijrah, mengukuhkan Ukhuwah dan Mewujudkan Khairu Umah,” tandas Ustadz Icool. [fen]

Tags: