Perguruan Tinggi Harus Respon Cepat Perubahan

Perguruan tinggi harus merespon cepat perubahan yang ada saat ini untuk memenangkan kompetisi. Perguruan tinggi harus melakukan reorientasi kurikulum di setiap program studinya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0 dan mengembangkan kapasitas literasi baru seperti data, teknologi dan manusia, yang diarahkan untuk menunjang sistem pembelajaran.
Selain itu, perguruan tinggi juga perlu memperkuat kegiatan kemahasiswaan baik kemampuan teknis dan nonteknis, yang komperhensif dan inklusif dan melibatkan mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang dan budaya.
Perguruan tinggi juga saya diminta untuk mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis daring atau blended learning more, agar premises pembelajaran menjadi semakin fleksibel, terdistribusi dengan baik, sekaligus untuk perluasan dan pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Perguruan tinggi juga hendaknya memberikan layanan pembelajaran sepanjang hayat. UT memiliki kapasitas dan teruji dalam menyediakan pendidikan jarak jauh dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Pentingnya konsep internasionalisasi dalam pendidikan tinggi perlu diperhatikan. Hal itu dikarenakan kehidupan akademik di pendidikan tinggi tidak dapat dipisahkan dari berbagai forum internasional.
Saya meminta UT untuk mengembangkan program pendidikan dan penelitian agar menghasilkan lulusan yang holistik dalam konteks keterkaitannya dengan berbagai aspek lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat.
Kami juga berharap UT melakukan inovasi, diantaranya melalui adaptasi dan adopsi teknologi informasi untuk meningkatkan layanan pendidikan dan penguatan pembelajaran jarak jauh. Kampus harus terus melakukan reorientasi kurikulum agar sesuai dengan perkembangan zaman. Kami juga mengawal implementasi dari reorientasi kurikulum ini, sehingga kualitas lulusan benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan saat ini.

Prof Ismunandar
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti

Tags: