Pergeseran Pipa Selesai, PDAM Terus Kirim Air Tangki Gratis

Dirut PDAM kota Surabaya, Mujiaman ketika menjelaskan pergeseran pipa yang menyebabkan matinya air PDAM.

Surabaya, Bhirawa
Selama tiga hari air PDAM mati pasca direlokasinya pipa PDAM berdiamater 800 milimeter yang tertanam di Jalan Yos Sudarso. Untuk mengerjakan proyek basement, pipa PDAM itu harus direlokasi.
Start relokasi dimulai hari Sabtu (7/9) lalu, tetapi sampai Selasa (10/9), pemindahan pipa tidak berjalan mulus. Padahal air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Ngagel II sudah telanjur dimatikan untuk proses relokasi pipa tersebut.
“Pergeseran pipa diameter 800 milimeter di proyek alun-alun Surabaya jalan Yos Sudarso selesai. Selasa (10/9) Sore. Setelah pekerjaan selesai, PDAM Surya Sembada mengoperasikan kembali instalasi pengolahan air minum (IPAM) Ngagel 2,” kata Dirut PDAM Surya Sembada, Mujiaman di kantor PDAM Rabu (11/9).
Menurut Mujiaman, pergeseran pipa ini memang sempat tertunda penyelesaiannya karena mengalami beberapa kendala. Diantaranya adanya penyesuaian pengerjaan dilapangan, detail perencanaan, dan keterbatasan data pendukung.
“Selain itu, pipa diseluruh kota Surabaya ini menyatu, ada banyak jaringan yang meskipun sudah ditutup katupnya, ternyata masih ada air mengalir bahkan bertekanan ke pipa tersebut, sehingga menganggu proses pengelasan,” tandasnya.
Masih menurut Mujiaman, saat ini proses pergeseran pipa tersebut telah selesai. Kemudian dilanjutkan dengan mengoperasikan kembali IPAM Ngagel 2 yang sempat dipadamkan.
“Proses selanjutnya adalah membuka valve (katup) pipa distribusi untuk kembali menormalkan distribusi air ke Pelanggan. Proses normalisasi ini memang membutuhkan waktu dan bertahap.
Beberapa wilayah yang distribusi airnya akan segera normal adalah daerah Jagir Wonokromo, Kendalsari, Pandugo. Ngagel, Nginden, Ketintang, A Yani, Darmo, Progo, Ciliwung, Kapuas. Dinoyo, Tumapel, Doho, Pandegiling, Dr. Sutomo, Trunojoyo, Urip Sumoharjo, Panglima Sudirman, Embong Kenongo, Embong Ploso, Ambengan, Jakgung Suprapto.
Kemudian Undaan Simokerto, Simolawang, Sidorame, Sidotopo Lor, Pegirian. DBAL (TNI AL). Danakarya, Pati Unus, PT. PAL, Wonosari. Wonokusuno. Wonoarum. Darmo, Panglima Sudirman. Nias, Yos Sudarso, Walikota Mustajab, Undaan. Pasar Atom. Pegin’an, Wonosari. Wonokusumo dan wilayah sekitarnya,” jelasnya.
Namun PDAM Surabaya tetap bertanggung jawab terhadap daerah yang airnya masih mati. Sebagai bentuk tanggung jawab PDAM Surya Sembada terus mengirimkan air tangki ke beberapa pelanggan yang terdampak.
“Total air tangki yang dikirimkan sejak dimulainya pekerjaan pergeseran ini sampai Senin (9/9) kemarin, adalah sekitar 500 tangki dengan total armada 25 tangki,” kata Mujiaman.
Dalam pantauan Bhirawa, beberapa rumah pelanggan airnya sudah mulai mengalir kembali, salah satunya Ragista Yossi warga Simo Sidomulyo gang 7.
Yossi mengatakan bahwa kran air dirumahnya sudah mulai keluar. walaupun tidak sederas biasanya. “Alhamdulillah. keran depan sudah mengalir. tinggal keran yang didalam, mungkin sebentar lagi,” ujarnya.

Harus Bertanggung Jawab
Atas keresahan warga Surabaya dengan matinya air PDAM selama beberapa hari, anggota legislatif DPRD kota Surabaya angkat bicara. Mahfud anggota legislatif terpilih periode 2019-2024 dari fraksi PKB, sangat menyayangkan kejadian tersebut.
“Harusnya, hal seperti ini tidak perlu terjadi karena menurut saya, perencanaan pengerjaan proyek tersebut sudah melalui kajian yang matang secara keseluruhan. Termasuk beberapa jaringan yang ada dibawah tanah. Hal ini yang perlu diantisipasi secara dini sebelum dikerjakan,” papar Mahfud, digedung DPRD kota Surabaya.
Politisi PKB ini menambahkan, PDAM sebagai penyedia air bersih berbasis pelanggan di Surabaya, harus meminta maaf kepada warga kota Surabaya. Tidak hanya kata maaf, namun PDAM bertanggung jawab atas tidak teralirnya air bersih dibeberapa wilayah di Surabaya.
“Mereka kan bisa menyediakan air bersih gratis dengan tangki yang bisa menyuplai kebutuhan air bersih pada warga sampai batas waktu selesai proyek itu,” ucap Mahfud. [dre]

Tags: