Peresmian Pasar Arjasa Kab.Situbondo Ricuh

PLH Bupati Situbondo, Syaifullah, saat memberikan sambutan dalam peresmian pasar tradisional Desa/Kec. Arjasa, dengan anggaran Rp 900 juta, pada malam Sabtu kemarin. [sawawi/bhirawa]

PLH Bupati Situbondo, Syaifullah, saat memberikan sambutan dalam peresmian pasar tradisional Desa/Kec. Arjasa, dengan anggaran Rp 900 juta, pada malam Sabtu kemarin. [sawawi/bhirawa]

Kab.Situbondo, Bhirawa
Ada kejadian memilukan sebelum peresmian pasar tradisional Desa/Kec. Arjasa, Kab Situbondo, dibuka oleh PLH Bupati Situbondo Syaifullah dan Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab. Situbondo, Syaifullah, kemarin lusa.
Kejadian ribut-ribut hingga berujung ricuh itu dipicu oleh tidak terimanya Kadiskop dan UKM Kab. Situbondo, Syaifullah, terhadap adanya sebagian tulisan banner peresmian yang bertema ‘Lanjutkan Pembangunan 4 Pilar Desa’ yang dibuat oleh LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Desa Arjasa.
Peresmian pasar tradisional Desa/Kec. Arjasa, senilai Rp 900 juta itu merupakan hasil bantuan dari pemerintah pusat melalui Koperasi Wanita (Kopwan) Teratai, Desa Arjasa. Saat peletakan batu pertama pembangunan pasar tradisional sekitar dua bulan lalu itu diresmikan langsung mantan Bupati Situbondo Dadang Wigiarto dan Sekda Syaifullah serta jajaran Forpimda. Sejumlah Forpimka, Kepala Desa dan jajaran LPM ikut serta dalam launching pasar tersebut.
Ketua LPM Desa Arjasa, H Bajuri Hadiwijoyo, menjelaskan kronologis awal kejadian ricuh sebelum peresmian pasar tradisional Desa Arjasa. Saat itu, kata Bajuri, sekitar pukul 11.00 wib, panitia memasang banner peresmian pasar, dilokasi pasar. Selang beberapa lama, Kadiskop dan UMKM Kab Situbondo, Syaifullah, tidak setuju dengan sebagian tema tulisan banner yang mencantumkan ‘Lanjutkan Pembangunan 4 Pilar Desa’. “Syaifullah meminta untuk segera menghapus tulisan itu. Saya heran, kenapa saat awal peletakan batu pertama dulu, tidak pernah mempermasalahkan,” tanya Bajuri.
Dari pro kontra soal tulisan tersebut, pihak Ketua LPM, Bajuri dengan Kadiskop dan UMKM Syaifullah, kian memuncak. Sekitar pukul 14.00 wib, aku Bajuri, Kadiskop dan UMKM Syaifullah, akhirnya mengganti sendiri tulisan banner peresmian pasar tersebut, tanpa ada tulisan ‘Lanjutkan Pembangunan 4 Pilar Desa’.
Menurut Bajuri, dalam tulisan banner tersebut tidak ada kaitan dengan persoalan pilkada. “Bannernya sampai sekarang tetap saya simpan, guna dijadikan bukti sebagai laporan hukum. Kejadian ini sudah saya laporkan kepada PLH Bupati,” papar Bajuri.
Sebagai Ketua LPM Arjasa, lanjut Bajuri, realisasi pembangunan pasar tradisional di Desa Arjasa, merupakan revitalisasi pasar tradisonal yang diupayakan Syaifullah selaku Kadiskop dan UMKM Kab Situbondo, memiliki nilai dan indikator yang luar biasa.
Namun demikian, kata pria yang menjabat Kabid Pelaksana Penyuluhan BKPPP Kab Situbondo itu, keberadaan pembangunan pasar itu kurang sempurna karena tidak menyentuh revitalisasi KUD panganĀ  maupun KUD perikanan. “Dua bidang ini belum maksimal pembinaannya,” sorot Bajuri.
Atas kejadian itu, Bajuri selaku Ketua LPM bersama Kades dan BPD Arjasa serta Kopwan Teratai merasa kecewa. Sebab, ujar Bajuri, kejadian itu meletus ditengah pedagang pasar Arjasa dan jajaran Forpimka Kec. Arjasa, saat persiapan peresmian. “Dia (Syaifullah, red) sempat berbicara, ia tidak bisa diatur oleh siapa pun. Bahkan dia tidak mempermasalahkan jika tidak ada peresmian pasar tradisional di Desa Arjasa,” ungkap Bajuri, menirukan kata-kata yang diucapkan Syaifullah.
Terpisah, Kadiskop dan UMKM Kab Situbondo, Syaifullah, ketika dikonfirmasi kejadian ricuh antara dirinya dengan pengurus LPM Desa Arjasa perihal tulisan banner peresmian pasar, membantah dengan keras. “Oh saya tidak tahu mas, karena saya selesai acara langsung pulang. Soal kejadian itu (ricuh) kok tidak ada ya,” ujar Syaifullah melalui kiriman SMS kepada Bhirawa, usai peresmian, kemarin. [awi]

Tags: