Perdayai 20 Korban, Polisi Tangkap Dua Pelaku Penipuan CPNS

Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi, AMd saat menginterogasi tersangka penipuan CPNS dan menunjukkan barang bukti yang berhasil diamankan.

Kota Batu, Bhirawa
Anggota Petugas Polres Batu berhasil mengungkap dan menangkap dua orang yang diduga melakukan penipuan terhadap 20 orang yang dijanjikan lolos tes CPNS. Dalam aksinya tersangka berhasil meraup Rp 600 juta dari korban.
Kedua tersangka itu bernama Damako Siada, (35), warga Dusun Areng-Areng, Kelurahan Dadaprejo Kota Batu, dan Moh Kharis Slamet Waluyo (33) warga Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun Kota Malang.
“Untuk tersangka Damako Siada ini juga memiliki banyak nama samaran untuk mengelabuhi korbannya. Di antara nama amarannya adalah Levin alias Rudi alias Wirohardjo alias Budi Yuwono,”ujar Wakapolres Batu, Kompol Zein Mawardi, AMd di Mapolres Batu, Kamis (5/9).
Untuk mengelabuhi para korban, Damako alias Diko menggunakan keahliannya dalam menirukan suara dari beberapa orang penting. Berbekal HP Diko menipu 20 peserta tes CPNS ini dengan dibantu Kharis.
Diko bisa memalsu empat suara orang yang berbeda untuk meyakinkan calon korbannya. “Diko memasang jerat penipuan lewat Hadi, temannya yang juga sesama pecinta burung. Diko membujuk Hadi bahwa ia bisa meluluskan anggota keluarganya menjadi CPNS pada tahun 2014,” jelas Zein.
Tidak hanya berhasil menyakinkan Hadi, Diko mampu memperalat Hadi agar mencari dan membujuk korban lainnya. Hingga akhirnya ada 20 korban berhasil tertipu dan menyerahkan atau mentransfer uang ke rekening tersangka.
Selain bisa menirukan suara orang penting, saat beraksi Diko juga berpura menjadi ahli IT yang sering dimintai tolong oleh Polda untuk melacak nomor telepon. Ia mengaku memiliki beberapa kenalan pejabat di Kementerian. Ia menyebut nama seorang pejabat yang bernama Rudi Wiroharjo yang bisa membantu meluluskan tes seleksi CPNS.
Syaratnya menyerahkan nama peserta, formasi (posisi) yang di ikuti, nomor pendaftaran, dan biaya operasional sebesar Rp 2,5 juta sampai dengan Rp 10 juta. Agar korban yakin, Diko menyarankan Hadi agar menelepon Rudi Wiroharjo yang tak lain adalah tsk Diko sendiri.
Ternyata saat ujian CPNS tahun 2014 tidak ada satu pun dari para korban yang diterima menjadi PNS. Sehingga beberapa korban menuntut Hadi untuk mengembalikan uang, dengan terpaksa Hadi mengembalikan uang sebesar Rp 300 juta kepada para korban.
Penipuan terhadap Hadi tidak berhenti disitu saja. Pertengahan tahun 2018 tersangka Diko tiba-tiba menghubungi pelapor dengan alasan akan mengembalikan uang milik pelapor. Ia mengatakan kalau memiliki teman Direktur Kemenpan RI yang bernama Budi Yuwono. Sama seperti sebelumnya Budi adalah pejabat abal-abal yang diperankan tersangka Kharis.
Kemudian korban Hadi mengadukan kasus ini hingga akhirnya kedua tersangka berhasil ditangkap Petugas. “Dan atas kejahatannya, kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan acaman hukuman penjara maksimal selama 4 tahun,”pungkas Zein. [nas]

Tags: