Perdagangan Kian Ketat, Pelaku Usaha Dapat Layanan Pendampingan

Badan Standarisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis di Surabaya di Dyandra Convention Hall, Senin (15/7) kemarin. Gegeh Bagus Setiadi

(BSN Resmikan KLT di Surabaya)

Surabaya, Bhirawa
Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Surabaya, Senin (15/7) kemarin. Grand Launching KLT BSN ini ditujukan untuk memudahkan masyarakat terutama pelaku usaha untuk mendapat layanan standardisasi dan penilaian kesesuaian Standar Nasional Indonesia (SNI).
Kepala BSN Bambang Prasetya mengatakan, Pendirian KLT di Surabaya ini bertujuan untuk mendekatkan dan memberikan berbagai layanan di bidang standardisasi dan penilaian kesesuaian, terutama untuk pelaku usaha serta masyarakat yang ingin menerapkan SNI. Ini adalah KLT yang ke-5 diresmikan setelah KLT Makassar, KLT Palembang, KLT Bekasi, dan KLT Riau.
“Dengan adanya KLT, masyarakat di Jawa Timur semakin mudah mendapatkan layanan informasi tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian. Trennya semakin banyak orang standardisasi. Semakin ketatnya perdagangan, orang ingin ada jaminan mutu, jaminan selamat. Standar ini digemari dan disarankan,” katanya di Dyandra Convention Hall Surabaya.
Menurut dia, adanya KLT juga diharapkan dapat mempererat hubungan BSN dengan pemangku kepentingan daerah, serta dapat menunjang pembangunan dan pengembangan daerah.
Salah satunya dengan mengadakan pendidikan dan pelatihan kepada aparatur pemerintah, pelaku usaha, akademisi dan masyarakat tentang standardisasi dan penilaian kesesuaian.
“Fokus utama pembinaan adalah memfasilitasi penerapan dan sertifikasi SNI produk unggulan daerah yang diproduksi UMKM. Pelaku usaha termasuk UMKM sudah mulai merasakan manfaatnya karena lebih teratur, penerimaan produk lebih baik dan keuntungan meningkat,” kata Bambang.
Bambang menyebuktkan, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 9 Tahun 2014, bahwa Daerah perlu mengembangkan potensi ekonominya secara optimal menjadi produk unggulan daerah yang berdaya saing, dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, dan kekhasan daerah, maka BSN aktif memfasilitasi peningkatan kualitas produk unggulan daerah melalui penerapan SNI.
Dengan didirikannya KLT, pihaknya akan memberikan pendampingan dan pembinaan bersama dinas terkait serta menargetkan dapat membina 11 UMKM hingga meraih SNI.
“Pentingnya penerapan SNI ini tidak hanya sekadar memberikan jaminan kualitas dan keamanan produk. Namun juga daya ungkit produk unggulan lokal menuju pasar global di era Masyarakat Ekonomi ASEAN,” jelasnya.
“Target kami KLT Surabaya dapat membina 11 UMKM hingga meraih SNI. Secara bertahap tahun depan dan selanjutnya akan bertambah jumlah UMKM yang dibina BSN dan meraih SNI. Nanti sesuaikan targetnya 30 persen UMKM mendapatkan SNI,” tandasnya. [geh]

Tags: