Perasaan Campuraduk Arumi Bachsin Diwisuda

Arumi Bachsin menunjukkan skripsi yang telah dibukukan oleh IAIN Tulungagung seusai acara wisuda, Sabtu (22/6).

Teliti Pengaruh Dekranasda Bagi Pengrajin Batik Trenggalek
Tulungagung, Bhirawa
Tuntas sudah bagi istri Wakil Gubernur Jatim, Dr Emil Elestianto Dardak, Arumi Bachsin menyelesaikan studi strata satunya. Ia diwisuda oleh oleh Rektor IAIN Tulungagung, Prof Dr Maftukhin MAg sebagai Sarjana Ekonomi Syariah, Sabtu (22/6) lalu.
Bahkan saat acara prosesi wisuda yang digelar di halaman kampus negeri satu-satunya di Tulungagung tersebut, Arumi Bachsin yang saat itu hadir didampingi sang suami Emil Dardak ditunjuk pula untuk menyampaikan sambutan mewakili 990 mahasiswa yang diwisuda.
Ketua TP PKK Jatim ini mengaku cukup senang bisa menuntaskan pendidikan sarjananya. Kendati di sisi lain, ia pun merasa malu karena menjadi salah satu lulusan yang paling tua di antara mahasiswa lainnya yang diwisuda di kampus yang disebutnya terbesar dan termegah di daerah Mataraman.
“Perasaan campur aduk. Sebenarnya senang, tapi antara senang malu juga. Kayaknya saya yang paling tua, karena dibanding tahun seangkatan sudah tahun keberapa,” ujar Arumi Bachsin pada Bhirawa seusai acara wisuda.
Ia menjelaskan proses pendidikannya melalui jalan panjang dan sempat tersendat-sendat akibat berbagai hal. Mulai dari menikah, memiliki anak hingga menjadi istri seorang kepala daerah.
“Setelah punya anak pertama, tiba-tiba ada anak kedua, jadi nggak kebayang untuk menyelesaikan kuliah, bahkan saya hampir bayangkan kayaknya nggak selesai deh. Ternyata setelah diusahakan dan support full dari keluarga, Mas Emil dan anak-anak juga orang tua, semua akhirnya terlaksana,” terangnya.
Arumi Bachsin menjalani studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN sejak dia tahun lalu. Sebelumnya dia sudah menempuh pendidikan diploma sehingga proses transfer lebih mudah.
“Dari awal masuk kuliah dengan cuti-cutinya ya tujuh tahun, awalnya di Jakarta berbasis internasional. Saat itu sudah diploma, sehingga tinggal penjurusan saja, makanya ketika transfer semua kelas yang pernah saya ambil masih nyambung,” tuturnya.
Soal skripsi yang telah diselesaikan sebagai tugas akhir, Arumi Bachsin membeberkan jika ia meneliti tentang pengaruh Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) terhadap para pengrajin batik di KabupatenTrenggalek. Penyelesaian skripsi tersebut lebih mudah karena Arumi Bachsin sekaligus bertugas sebagai pembina Deskranasda Kabupaten Trenggalek, sehingga mengetahui seluk-beluk dekranasda itu sendiri.
“Alhamdulillah oleh pihak kampus diapresiasi dan dibuat menjadi buku,” timpalnya sambil menunjukkan buku berjudul Dekranasda dan Pengembangan Batik Lokalitas.
Wagub Emil Dardak yang berada disamping Arumi Bachsin ikut bangga dengan keberhasilan istrinya meraih gelar sarjana stara satu bidang ekonomi syariah.
“Alhamdulilah saya jamin betul bahwa itu adalah memang perjuangan, karena harus mengatur waktu dulu sebagai ketua PKK Trenggalek dan mengalokasikan waktu untuk kuliah. Dan memang sebagian pelajarannya bisa ditransfer karena sudah sampai tahap advance diploma diprogram kerjasama dengan Australia di bidang ilmu yang sama,” paparnya.
Mantan Bupati Trenggalek ini pun berharap gelar sarjana Arumi Bachsin dapat memberikan teladan bagi anak-anaknya. “Kami pun sepakat nanti diteruskan S-2 di bidang sama, di sini (IAIN Tulungagung). Jadi biar agak sering2 ngurusi selatan juga,” ucapnya sembari tersenyum. [wed]

Tags: