Penyanyi Dik Doank Hadiri Tabligh Akbar di Smamda

Ustadz Dik Doang saat memberikan tausiah di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya dengan mengajak berdialog para siswa. [trie diana]

Surabaya, Bhirawa
SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya menggelar tabligh Ramadan 1440 Hijriah di Lapangan Parkir Utara yang menghadirkan penyanyi era 2000-an Ustadz Dik Doank.
Dik Doank merupakan seorang publik figur yang juga konsen terhadap lingkungan sosial, khususnya dunia pendidikan hingga mendirikan sekolah yang diberi nama Kandank Jurank Doank, ini memberikan pencerahan dan penguatan Islami bagi para siswa.
Menurut Kepala SMAMDA, Ustadz Astajab, digelar Tabligh Akbar Marhaban Yaa Ramadhan 1440 Hijriah ini, ini digelar dalam rangka untuk membangun karakter para siswa, untuk memberikan pencerahan untuk memberikan penguatan keislaman anak- anak.
“Dengan mengikuti Tabligh Akbar ini diharapkan agar para siswa termotivasi untuk menjalankan perintah agama, dan ibadah pada Bulan Ramadan ini dengan menghadirkan artis nasional yang kini juga menjadi ustadz atau mubalik yakni Dik Doank. Agar anak-anak bisa menjalankan syariat agama dengan tekun dan lebih baik,” papar Ustadz Astajab ketika ditemui usai tabligh akbar.
Kedepannya, Ustadz Astajab berharap, setelah anak mengikuti Tabligh Akbar yang disampaikan Ustadz Dik Doang, tentunya para siswa lebih termotivasi untuk lebih meningkatkan keimanannya dan ketagwaannya, dan memperbanyak menjalankan ibadahnya baik yang wajib maupun sunah, supaya menjadi anak yang sholeh dan sholehah dan terutama pada Bulan Ramadan ini bisa mengantarkan anak-anak yang bertakwa.
Dalam tausiah, Ustadz Dik Doang menjelaskan, ibadah yang paling purba di muka bumi ini adalah berdoa, setelah itu baru berpu asa, salat dan seterusnya. Kalau berdoa saja kita tidak benar, apa kabar dengan salatnya, karena di dalam salat itu banyak doa – doa.
Ustadz Dik Doank sengat terkejut ketika diberitahu kalau begitu banyak siswa Smamda yang mengikuti tausianya. ”Saya kaget, ternyata yang mendengarkan tausiah mencapai 800 anak. Ini benar-benar luar-biasa dan saya tidak menyangka sama-sekali,” ungkapnya.
Ustadz Dik Doang dalam tausiahnya lebih banyak Berdialog dengan para siswa yang berusia remaja, seperti siswa SMA ini. Menurutnya, yang paling ideal tausiah ini dengan percakapan dua arah dengan para siswa. Sehingga tausiah dikemas dengan berdialog dan mengajak para siswa untuk lebih banyak membaca istighfar. [fen]

Tags: