Penumpang di Stasiun Jombang Dialihkan Akibat Banjir Pasuruan

Suasana Stasiun Jombang, Senin siang (29/04). [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Lumpuhnya jalur kereta api di KM 58 +2/3 wilayah Daop 9 di Stasiun Bangil, Pasuruan akibat tergenang air sejak Minggu malam (28/04) tenyata juga berdampak bagi penumpang Kereta Api (KA) di Stasiun Jombang. Pasalnya, tiga kereta api yakni KA 101 (Ranggajati) relasi Jember – Cirebon, KA 187 (Logawa) tujuan Jember – Purwokerto dan KA 193 (Sritanjung) relasi Banyuwangi – Lempuyangan Yogyakarta, mengalami keterlambatan.
Puluhan penumpang asal Stasiun Jombang yang akan menggunakan jasa tiga kereta api tersebut pun terpaksa pindah menggunakan kereta api lain atau membatalkan perjalanan
Kepala Stasiun Jombang Sutrisno menjelaskan, akibat banjir Pasuruan, 62 penumpang dari Kereta Api Sri Tanjung harus dialihkan ke KA Gaya Baru yang masih tersedia tiga ratus lebih tempat duduk.
“Selain KA Sri Tanjung, dari arah timur ada dua kereta lain yakni KA Rangajati yang estimasi keberangkatan pukul 10.33 WIB dan KA Logawa berangkat pukul 12.05 WIB, harus mengalami keterlambatan. Untuk pengalihan penumpang tujuan Solo atau ke Jogjakarta kita alihkan ke KA Gaya Baru, kecuali untuk Purwokerto sudah habis (kursinya),” kata Sutrisno saat diwawancarai sejumlah wartawan di Stasiun Jombang, Senin siang (29/04).
Ia memprediksi, pemberangkatan akan kembali normal sekitar pukul 14.00 WIB. Sehingga kereta api yang terlambat bisa berangkat dari Surabaya pukul 15.00 WIB.
“Sesuai dengan ketentuan, kita mensosialisasikan adanya keterlambatan kepada penumpang. Tapi jika penumpang menghendaki pembatalan keberangkatan, uang pembelian tiket akan dikembalikan 100 persen,” tambahnya.
Sementara itu, Edi Siswanto (43) salah satu penumpang KA Ranggajati tujuan Jogjakarta mengaku memaklumi adanya keterlambatan yang dikarenakan faktor alam. Ia pun memutuskan pindah menggunakan kereta api lain.
“Terpaksa harus menganti dengan kereta api Gaya Baru. Meskipun dirugikan karena sudah menunggu lama karena saya juga kejar waktu, namun saya juga memaklumi adanya peristiwa ini, karena bukan kesalahan teknis,” pungkas Edi Siswanto.(rif)

Tags: