Penjualan Naik Hingga 9 Persen, Laba bersih Capai Rp 669 Miliar

Salah satu pabrik PT Semen Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Salah satu pabrik PT Semen Indonesia Tbk di Kabupaten Tuban Jawa Timur.

Tuban, Bhirawa.
PT Holcim Indonesia Tbk hari ini mengumumkan laporan keuangan tahun kinerja 2014 dengan mencatat peningkatan pendapatan sebesar 9% menjadi Rp 10,5 triliun. Laba tahun 2014 tercatat sebesar Rp 669 milyar, atau Rp 87 per lembar saham.
Penigkatan pendapatan ini setelah Holcim Indonesia memulai operasional Tuban 1 di Tuban, dengan berkapasitas 1.7 juta ton, pada saat penjualan semen nasional mengalami pertumbuhan sebesar 3.3% menjadi 59.9 juta ton, serta akan merampungkan pembangunan pabrik kedua di lokasi yang sama dengan kapasitas yang sama pula pada tahun ini.
“Kami akan meningkatakan fasilitas penggilingan semen di kedua pabrik , juga akan memaksimalkan penggunaan sistem palletizeruntuk mengurangi waktu pemuatan dan memaksimalkan penggunaan jalur kereta api,” Kata Diah Sasanawati Corporate Communications Manager PT Holcim Indonesia Tbk (10/3).
Pada transisi pemerintahan baru Indonesia memberikan harapan akan masa depan yang lebih optimis, berdasarkan perubahan struktural dan rencana ekonomi jangka menengah baru, dalam konteks perubahan substansial pada harga energi.
Pengurangan subsidi bahan bakar pada bulan November lalu dan rencana jangka menengah nasional baru mulai direalisasikan untuk menstimulasi pertumbuhan. “Persetujuan DPR atas revisi kenaikan APBN telah membuka jalan untuk pembangunan infrastruktur menjadi Rp 290 triliun (USD 22.6 milyar) pada tahun yang akan datang, hampir dua kali lipat dibandingkan komitmen yang dibuat pada tahun 2014, dengan asumsi pengeluaran tersebut akan terealisasi,” Terang Anna pangilan dari Diah Sasanawati.
Perkembangan diluar rencana perusahaan adalah pengumuman Pemerintah mengenai penurunan harga jual semen milik negara sebesar Rp 3.000 per kantong ukuran 50Kg. Menanggapi hal ini, produsen semen terkemuka lainnya turut melakukan penyesuaian harga.
Dengan penurunan harga ini, Pemerintah diharapkan dapat merealisasikan program pembangunan infrastruktur, sehingga peningkatan volume akan dapat membantu mengurangi dampak negatif dari penurunan harga tersebut.
“Kami memastikan pembangunan pabrik kedua di Tuban akan selesai sesuai rencana. Penurunan tingkat inflasi dan suku bunga dari Bank Indonesia turut mempengaruhi suku bunga pinjaman. Penurunan harga bahan bakar dapat berkontribusi menurunkan biaya transportasi untuk lebih menjangkau pasar, Terang,” Corporate Communications Manager PT Holcim Indonesia Tbk.
Pada pengelolaan dibidang sosial dan lingkungan terus ditingktakan utamanaya pada sekitar area operasional – dari pabrik. Hal ini membuat holcim pada tahun 2014 kembali menerima penghargaan Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk kelima kali secara berturut-turut. [hud]

Tags: