Pengurus MUI Jombang Masa Khidmat 2019-2024 Dikukuhkan

Pengukuhan Pengurus MUI Jombang masa khidmat 2019-2024 oleh Ketua MUI Jatim, Kamis siang (31/10). [Arif Yulianto/ Bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jombang masa khidmat 2019-2024 secara resmi dikukuhkan oleh Ketua MUI Jawa Timur (Jatim), KH Abdussomad Buchori di Gedung Islamic Centre, Kompleks Masjid Agung Baitul Mu’minin, Jombang, Kamis siang (31/10). KH Kholil Dahlan tetap memimpin MUI Jombang para Masa Khidmat 2019-2024. Pengukuhan pengurus MUI Jombang ini juga dihadiri Sektetaris Daerah (Sekda) Jombang, Akhmad Jazuli dan sejumlah Pejabat Pemkab Jombang.
Ketua MUI Jatim, KH Abdussomad Buchori mengatakan, setelah dikukuhkan, pengurus MUI Jombang diharapkan menjalankan tugas keulamaannya dalam rangka menjadi pelopor untuk memberikan rasa damai di masyarakat.
“Menyelesaikan hal-hal yang sifatnya terjadi sengketa misalnya, itu tugas Majelis Ulama. Jadi menjadi katalisator, misalnya menjadi penyambung lidah atau kasus-kasus bersama pemerintah, bisa menyelasaikan baren,” ujarnya saat diwawancarai usai pengukuhan.
KH Abdussomad Buchori menambahkan, meski begitu, koridor MUI tetap kembali kepada perundang-undangan dan ilmu agama Islam yakni, Aqidah dan Syari’ah, dan bukan mendukung sesuatu yang melanggar dari rel (Aqidah dan Syari’ah).
“Jadi kalau ada sesuatu, tidak sesuai dengan ajaran Islam, dia ‘ngaku’ Islam tapi ya, lha itu tidak boleh, diluruskan,” tandasnya.
Selain itu, Ketua MUI Jatim juga menambahkan, kaitannya dengan pelanggaran perundang-undangan, MUI Jombang juga harus bersama-bersama dengan penegak hukum.
“Terus memberikan saran-saran kepada pemerintah masalah pembanguan. Pembangunan bukan fisik saja, tapi mental spiritual,” tambahnya.
Sehingga lanjut Ketua MUI Jatim, MUI Jombang harus bersama-sama dengan para eksekutif. Dak hal tersebut juga dilakukan pengurus MUI di mana-mana, tak terkecuali yang dilakukan MUI Jatim di level Provinsi, apalagi jika ada masalah yang sangat krusial, pihaknya diajak khusus berbicara di Gedung Grahadi, Surabaya.
“Sehingga peran kita ini, bisa ikut menyelesaikan masalah dengan pendekatan kultural dan keagamaan,” pungkas KH Abdussomad Buchori.(rif]

Tags: