Penghitungan Ulang KPU Trenggalek Usai Putusan MK Ada Perubahan Suara

Gembong Derita Hadi

Trenggalek, Bhirawa
Hasil penghitungan suara ulang setelah keputusan Mahkamah Konstutusi (MK) , KPU Kabupaten Trenggalek , melakukan penghitungan surat suara ulang (PSSU) caleg DPRD kabupaten / kota di empat TPS letaknya ada di Dapil I Trenggalek.
sesuai hasil penghitungan, hasil dari penghitungan suara ulang ada perubahan suara, namun hal itu tidak merubah porelehan kursi Partai politik peserta pemilu .
Ketua KPU Kabupaten Trenggalek Gembong Derita Hadi , mengatakan sesuai dengan putusan MK dari keempat TPS yang dilakukan penghitungan ulang, dan hasilnya perolehan kursi masih sama dengan penghitungan sebelumnya .
“Yang ada pergeseran perolehan suara di dapil I dari kelurahan surondakan dan kelurahan sumbergedong” ungkapnya Selasa (13/8)
Dijelaskan Gembong Dari hasil penghitungan ulang dapil I dari 4 TPS memang ada pergeseran perolehan suara,
“Pertama dari PKB ada penambahan 1 yang semula 26002 menjadi 26003, Gerindra pengurangan 2 suara , yang semula 4298 menjadi 4296 .
Sedangkan PDI-P ada penambahan 18 suara , yang semula 21889 menjadi 21917 , Garuda pengurangan 1 dari 103 menjadi 102, PKS tambah 2 dari 18966 menjadi 18968, PPP ada penambahan 1 dari semula 3228 menjadi 3229 sedangkan PAN ada penambahan 2 dari 4384 menjadi 4386..
Dari perubahan perolehan suara yang terjadi di empat TPS, yakni TPS 04, 12 dan 20 Kelurahan Surodakan, serta TPS 12 Kelurahan Sumbergedong tidak merubah perolehan kursi partai .
“Tidak ada pergeseran kursi dari perhitungan awal PAN kemarin dapat kursi dan sekarang PAN juga dapat kursi. Biarpun ada pergeseran angka akan tetapai tidak merubah perolehan kursi” ujarnya .
Mengapa demikian, yang harus diingat karena yang diperebutkan di dapil 1 perolehan kursi terakhir, sedangkan dari PAN pembaginya 1 sedangkan di PDI-P pembaginya 5
“Dengan adanya hal tersebut ada selisih yang cukup signifikan” imbuhnya .
Ditambahkan Gembong, menurutnya , adanya selisih perubahan suara itu bisa disebabkan beberapa hal..
“Memang kami tidak menutup kemungkinan di tingkat KPPS bekerja sudah lelah dan sebagainya, sehingga saat menulis (perolehan suara), kebanyakan penulisan di plano. Di situ ternyata banyak yang kurang pas, sehingga dari hasil penghitungan ulang ini ada lagi surat suara yang tidak sah menjadi sah, ada surat suara yang sah menjadi tidak sah, terangnya . .
Dengan adanya temuan ini pihaknya akan mengevaluasi agar tidak terjadi lagi di pemilu berikutnya, seperti pada pemilihan kepala daerah tahun depan .
“Kami menginginkan kalau ada permasalahan seharusnya selesai di tingkat ppk karena ditingkat ppk itu kita bisa menghitung ulang atau membuka plano dan sebagainya” jelasnya .( Wek)

Tags: