Penghargaan LKPPD Jadi Pendorong Semangat CETTAR

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan LKPPD terbaik nasional dari Mendagri Tjahjo Kumolo.

Pemprov, Bhirawa
Predikat terbaik nasional atas Laporan Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LKPPD) Jatim dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) patut menjadi kebanggaan. Namun, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaknai predikat itu lebih dari sekadar penghargaan.
Menurut Gubernur Khofifah, penghargaan LKPPD harus menjadi pendorong untuk menguatkan tagline yang CETTAR (Cepat, Efektif, Transparan, Tanggap, Akuntabel dan Responsif). “Termasuk dalam pelayanan publik yang dipamerkan juga bisa diimplementasikan,” pintanya usai menerima penghargaan LKPPD 2017 terbaik nasional dalam peringatan Hari Otoda ke XXIII di Banyuwang, Kamis (25/4).
Terkait otonomi daerah, gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menyampaikan, bahwa otoda berseiring dengan demokratisasi. Bagaimana tema yang diangkat bisa semakin meningkatkan kualitas SDM, serta mampu meningkatkan pembangunan daerah yang kreatif dan inovatif. Sehingga, dalam membangun sebuah daerah di era otoda saat ini bukan dibutuhkan orang hebat dan kuat. Tetapi kreativitas dan inovatif dinilai jauh lebih penting.
“Kita sering menyampaikan banyak orang hebat, banyak orang kuat tapi kalah dengan orang yang kreatif dan inovatif. Jadi hebat dan kuat itu penting juga, tetapi bahwa kreatif dan inovatif itu perlu dorongan, perlu suasana dimana kita tidak cepat puas,” terangnya.
Sehingga, Gubernur Khofifah berharap, agar peringatan otoda kali ini bisa semakin memacu semangat untuk terus maju membangun Jatim. “Kita melihat bahwa tetangga kanan kiri kita itu lari, tapi kita harus larinya lebih kencang. Kalau tetangga kanan kiri kita kerja keras, maka kita harus bekerja lebih keras lagi. Dan kerja keras dan kerja cerdas, kemudian jangan lupa tuntas,” jelasnya.
“Jadi para ASN harus jadi striker-striker handal. Ada yang kemudian jadi back kanan, back kiri. Tapi harus banyak yang jadi striker. Agar mereka bisa menggiring program bisa tercapai goal. Jadi harus punya team work, yakni satu kesatuan. Tidak bisa lari kencang sendiri,” pungkas dia. [tam]

Tags: