Pengambilan PIN SMA/SMK Mundur

SKHUN Belum Keluar, Peserta Belum Bisa Menentukan Zona

SKHUN Belum Keluar, Peserta Belum Bisa Menentukan Zona
Surabaya, Bhirawa
Pengambilan PIN untuk masuk SMA/SMK terpaksa mundur. Hal ini karena Daftar Kolektif Hasil Ujian Nasional (DKHUN) SMP baru dibagikan Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur pada Kabupaten./Kota, Senin (27/5).
Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono mengungkapkan pembagian DKHUN yang dilakukan Dindik Jatim memang terbilang terlambat. Pasalnya pengumuman SKHUN di sekolah harusnya dilakukan pada 25 Mei 2019. Sedangkan pihaknya baru menerima dari pusat (Mendikbud Jakarta) Sabtu (25/5).
“Kemudian kami rapikan pada hari Minggu dan baru hari ini bisa dibagikan ke kota dan kabupaten,”imbuh dia.
Menurut Hudiyono, dibagikannya DKHUN bersamaan dengan dibukanya pengambilan PIN PPDB SMA/SMK negeri bukanlah sebuah masalah besar. pasalnya, jadwal pembagian PIN PPDB sampai 20 Juni 2019.
“Ya kami mohon maaf kalau pengumuman SKHUN di sekolah terlambat, karena memang baru dibagikan,”lanjutnya.
Ia pun mengungkapkan pengambilan Pin telah dipermudah dengan tidak perlu membawa SKHUN dalam pengambilan Pin selama sekolah belum memberikan SKHUN.
“Kami berkoordinasi dengan SMA/SMK negeri di daerah untuk mempermudah, sesuai jadwal pengambilan pin hari ini, maka tidak wajib bawa SKHUN harus tetap diterima,”urainya.
Pasalnya dalam pengambilan Pin hanya diperlukan Kartu Keluarga untuk menandai koordinat tempat tinggal peserta.
Terpisah, Ketua PPDB 2019 SMAN 16 Surabaya, Sulistyono mengatakan sejak pukul 6 pagi pihaknya sudah menerima antrean wali murid yang ingin mendaftarkan putra-putrinya. Padahal Pengambilan PIN baru dibuka pukul 8 pagi hingga 2 siang. Kendati begitu, pihaknya hanya bisa melayani peserta didik baru dengan SKHUN yang dikeluarkan tahun lalu.
“Karena SKHUN SMP dari sekolah belum dikeluarkan. Kita tidak bisa berbuat banyak. Kita hanya bisa melayani SKHUN tahun lalu,” tutur pria yang juga menjabat Waka Kesiswaan ini.
Meskipun demikian, pihaknya sempat mencoba untuk melayani peserta didik tanpa menggunakan SKHUN. Dengan memasukkan nomor peserta ujian, yang akan menampilkan data peserta dan nilai. Kemudian memasukkan tempat tinggal peserta yang sesuai dengan KK (Kartu Keluarga) untuk menentukan titik koordinat lokasi rumah. Akan tetapi, peserta tidak bisa mengetahui lokasi zona sekolahnya karena nilai ujian siswa belum terdata dalam sistem.
“Mereka bisa melihat koordinat rumahnya. Tapi tidak bisa melihat masuk zona mana, karena sistemnya sendiri belum bisa membaca nilai mereka. jadi nunggu SKHUN keluar baru bisa tahu hasilnya dan baru dikonfirmasi itu,”tutur dia.
Untuk SMAN 16 masuk dalam zona 2 bersama SMAN 15, SMAN 18 dan SMAN 10. Sementara untuk kuota peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020 yang disediakan sebesar 340 siswa.

Kelulusan SMP Diumumkan 29 Mei
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dindik Kota Surabaya, Sudarminto menuturkan sesuai kesepakatan SMP tingkat Jatim pengumuman Nilai Ujian Nasional (NUN) di tingkat sekolah akan dilakukan pada Rabu (29/5/2019). Sehingga dimungkinkan akan bersamaan dengan pengumuman kelulusan siswa.
Sedangkan terkait kelulusan, menurut Sudarminto, pihak MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP negeri baru akan merapatkan formula standar kelulusan.
“Nanti DKHUN kami bagikan ke sekolah, dan selama dua hari ini sekolah sudah bisa mengeluarkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional ( SKHUN ) sementara untuk keperluan pengambilan PIN pendaftaran PPDB SMA/SMK negeri,”pungkasnya. [ina]

Rate this article!
Tags: