Pendidikan Kesehatan Wajib Ditanamkan Sejak Dini

Tim Abdimas saat memberikan pelatihan dokter kecil kepada para siswa sekolah dasar.

Sidoarjo, Bhirawa
Pendidikan kesehatan wajib ditanamkan sejak usia dini. Usia Sekolah Dasar (SD) merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat. Salah satunya melalui program pelatihan ‘Dokter Kecil’, yang sudah dilaksanakan di SD Muhammadi 1 dan SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo.
Untuk merealisasikan program tersebut, Andika Aliviameita dari Prodi Teknologi Laboratorium Medis (TLM), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo telah melakukan pelatihan ‘Dokter Kecil’ dalam rangka menjalankan program pengabdian kepada masyarakat (Abdimas).
Prosesi pelatihan ‘Dokter Kecil’ tersebut diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 yang dipilih oleh guru sekolah, untuk mendapatkan beberapa materi tentang program dokter kecil dari Andika Aliviameita bersama dengan tim, Yanik Purwanti dan Arief Wisaksono.
“Pelatihan dokter kecil ini diharapkan dapat menggerakkan perilaku hidup sehat sedini mungkin. Sehingga dapat pula menggerakkan perilaku hidup sehat terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan masyarakat sekitarnya,” terang Andika (16/4).
Ia katakan, materi yang diberikan pada bulan Maret 2019 diantaranya, tentang pencegahan penyakit menular, pertolongan pertama pada kecelakaan, kesehatan lingkungan, kebersihan pribadi, kesehatan gigi dan mulut, serta imunisasi dan gizi. Selain pemaparan materi, Andika beserta tim juga memberikan praktek Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), cara mencuci tangan, dan cara menggosok gigi yang baik dan benar kepada para dokter kecil sekolah.
“Anak-anak sangat bersemangat. Mereka aktif dan senang dalam mengikuti semua kegiatan, baik teori maupun prakteknya,” ungkapnya.
Dalam kegiatan Abdimas tersebut, mereka juga memberikan alat glukometer, buku modul dokter kecil, serta program administrasi untuk UKS (Usaha Kesehatan Sekolah). Setelah pemaparan materi dan praktik selesai, para dokter kecil selanjutnya melakukan sosialisasi kepada semua siswa kelas 4 SD, guna berbagi pengetahuan dan mengetahui sejauh mana pemahaman dokter kecil tentang pelatihan tersebut.
Tim juga dibantu oleh dua mahasiswa, Hindah Sabrina Amin dan Cintya Clarita. “Setelah program ini, kami ingin para dokter kecil berbagi pengalaman dan keterampilan juga kepada teman-temannya yang lain serta bisa menerapkan kebiasaan hidup sehat dimanapun mereka berada,” harap Hindah Sabrina.
Kepala SD Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Muhammad Hudi mengaku program pelatihan dokter kecil ini sangat bermanfaat sekali. Karena anak-anak bisa mendapatkan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu tentang bagaimana cara hidup sehat.
“Anak-anak juga bisa mengetahui tentang komposisi gizi yang ada dalam kandungan makanan. Selain itu, anak-anak juga bisa memberikan ilmu kepada teman-temannya. Mereka bisa mengedukasi kepada teman-temannya, saudaranya atau teman-temanya di sekitar rumahnya,” jelas Muhammad Hudi.
Oleh karena itu, pihaknya berharap program seperti ini perlu ditindaklanjuti secara berkesinambungan, lebih inten. Karena anak-anak sangat antusias sekali mengikuti program yang telah dilaksanakan oleh FIK Umsida melalui tim Abdimasnya.
“Jadi sekali lagi saya ucapkan terima kasih, dan terus berlanjut karena sangat bermanfaat sekali,” harap Muhammad Hudi. [ach]

Tags: