Pendaftaran SMA/SMK Dihentikan Sementara

Ratusan orang tua calon murid yang didominasi emak-emak melakukan aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (19/6). Mereka mendesak pemerintah menghapus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sistem zonasi yang dinilai amburadul. Bahkan mereka juga sempat menghentikan mobil plat merah L14 untuk menyampaikan aspirasi. [trie diana]

Dindik Konsultasi ke Kementrian
Pemprov, Bhirawa
Pemprov Jatim memberikan perhatian serius terhadap berbagai kepentingan masyarakat dalam mendapatkan layanan pendidikan jenjang SMA/SMK di Jatim. Salah satunya dengan menerima aspirasi masyarakat untuk mempertimbangkan kembali sistem zonasi yang berlaku. Salah satunya dengan mengambil langkah penghentian sementara proses pendaftaran SMA/SMK secara online.
Plt Kepala Dindik Jatim, Hudiyono memutuskan untuk menuruti permintaan masyarakat dengan menutup sementara PPDB SMA/SMK negeri siang kemarin, Rabu (18/6). “Sementara kami tutup sambil menunggu konsultasi bersama kementrian. Jadi akan kami bicarakan agar bisa kembali menggunakan sistem zonasi PPDB tahun lalu,”ungkapnya.
Kendati dilakukan penutupan, Hudiyono memastikan tidak akan mengubah data pendaftar yang sudah masuk ke dalam sistem. “Penutupan pendaftaran, kalau yang sudah mendaftar datanya tetap tersimpan,”lanjutnya.
Selama penutupan sementara PPDB yang dilakukan mulai pukul 15.00, pengunjung website tidak akan bisa mengakses proses pendaftaran. Hudiyono mengungkapkan, pemberhentian pendaftaran PPDB sementara dilakukan tanpa menghilangkan data yang sudah masuk. Selama penutupan sementara ini, menurutnya pihaknya akan melakukan sinkronisasi website PPDB.
“Masyarakat jangan khawatir datanya di reset atau bagaimana, kami tidak menghapus atau mengubahnya. Data masih ada dan proses pemeringkatan tetap berjalan,”ujar pria yang juga Kepala Biro Kesos Jatim tersebut.
Menurutnya, sistem PPDB ini kecerdasannya sangat tinggi. Sehingga tidak mungkin membohongi dan membodohi masyarakat, dan pihaknya berusaha transparan dan terbuka dengan selalu menampilkan data online.
“Kalau ada keluhan jarak si A jauh kenapa diterima karena jarak secara sistem kalau tidak diterima jarak tapi NUN tinggi masih bisa diterima. Saya kira kebijakan kementrian terkait PPDB ini diterapkan di seluruh Indonesia. Jika masyarakat meminta agar menggunakan NUN dan mengabaikan jarak harus kami konsultasikan dan koordinasi dengan pihak kementrian,”paparnya.
Iapun mengusahakan proses konsultasi akan segera diselesaikan dan akan kembali membuka pendaftaran PPDB pada Kamis (20/6) pagi. Sehingga diharapkan masih ada peluang mendaftar sebelum PPDB Jatim secara resmi ditutup pada Kamis (20/6) pukul 23.59 WIB.
“Yang kemarin datanya sudah masuk itu bukan hasil final diterima, kalau pendaftaran kami buka kembali masih ada proses pemeringkatan. Setelah ditutup resmi, kami ada verifikasi dan baru diumumkan yang diterima,”pungkasnya. [tam]

Tags: