Penambahan Nama Pasca Haji Diharapkan Bisa Perbaiki Perilaku

Pembimbing haji dari KBIH Thoriqul Jannah, Jombang, Hj Azminatul Uhud saat diwawancarai wartawan, Kamis siang (05/09).

Jombang, Bhirawa
Penambahan nama seseorang pasca melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekkah dan Madinah, Arab Saudi diharapkan bisa memperbaiki perilaku jamaah haji menjadi lebih baik lagi. Penambahan nama bagi jamaah haji ini biasanya dilakukan ketika para jamaah haji masih berada di tanah suci setelah pelaksanaan Ibadah Wukuf.
Hal itu seperti diceritakan Hj Azminatul Uhud, pimpinan rombongan dan pembimbing ibadah haji dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Thoriqul Jannah, Jombang, Kamis siang (05/09) yang mengaku dimintai sejumlah anggota jamaah haji dari KBIH-nya untuk memberikan nama tambahan saat di Tanah Suci Mekkah.
“Saat di Mekkah, begitu selesai pelaksanaan Wukuf di Arofah, dan setelah melaksanakan Towwaf, kita kembali ke pondokan masing-masing, kemudian datang, minta penambahan nama. Nama sendiri tetap menempel, cuma ditambahi nama-nama yang baik,” ujar Azminatul Uhud saat diwawancarai sejumlah wartawan di kediamannya di Mojongapit, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.

Beberapa orang yang tengah sambang haji di rumah Hj Azminatul Uhud di Desa Mojongapit, Jombang, Kamis siang (05/09).
[Arif Yulianto/ Bhirawa]

Lebih lanjut dikatakanya, para jamaah haji yang meminta ditambahkan namanya menggunakan tambahan nama-nama seperti nama Nabi Muhammad SAW dan keluarganya maupun nama-nama yang ada di dalam Al Qur’an semisal Muhammad, Halimah, Siti, dan yang lainnya.
“Sehingga hajinya semakin sempurna dan mantab,” tandasnya.
Rata-rata, lanjut dia, para jamaah haji yang meminta tambahan nama tersebut berharap agar perilaku mereka setelah berhaji makin baik dan dapat meniru kehidupan seperti nama yan ditambahkan pada nama aslinya.
“Seumpama namanya Jawa, kemudian di depannya ditambahkan nama Halimah, kepingin nanti sehari-harinya dia mencontoh perilaku dari seorang Halimah, dari keluarga Nabi (Muhammad SAW),” terangnya.
Ditambahkannya, penambahan nama setelah ibadah haji ini dilakukan rata-rata oleh Jamaah Haji di seluruh daerah dengan cara datang ke Kyai maupun orang yang dituakan untuk meminta penambahan nama.
“Kalau di saya, otomatis karena saya yang dituakan, jadi mintanya kepada saya. Kebetulan tahun 2019 saya mengikuti sampai pelaksanaan ibadah (haji) selesai,” tambahnya.
Ditanya lebih lanjut bagaimana pandangan tentang penambahan nama jamaah haji dari sudut pandang hukum Islam, menurutnya, hal tersebut sah-sah saja karena nama yang ditambahkan biasanya merupakan nama-nama yang baik. Nama jamaah haji yang telah ditambahkan dengan nama tambahan tersebut kemudian dicantumkan (dituliskan) pada piagam haji yang dikeluarkan oleh pihak KBIH.(rif)

Tags: