Pemprov Jatim Lakukan Normalisasi dan Perbaikan Sungai

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dalam mengatasi banjir tahunan diakibatkan meluapnya sungai karena tingginya debit air di beberapa daerah, maka Pemprov Jatim melalui Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) berupaya untuk melakukan normalisasi dan perbaikan sungai.
Kepala Dinas PU SDA Provinsi Jatim Abduh Mattalitti melalui Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air, Rudi Noviyanto mengatakan, ada beberapa aliran sungai dari Bengawan Solo dan Brantas yang menjadi penyebab banjir di wilayah mataraman hingga pantura. Lalu, ada Kali Lamong yang menjadi sumber banjir tahunan di wilayah Mojokerto-Gresik-Surabaya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo untuk mempercepat normalisasi Kali Lamong. Selain itu, tahun ini pemerintah pusat telah menganggarkan perluasan Kali Lamong 103 kilometer ini sebesar Rp 900 miliar,” katanya didampingi Sekretaris Dinas PU SDA Provinsi Jatim, Edy Tambeng Wijaya.
Dia menjelaskan, perluasan Kali Lamong yang dimulai dari hulu di Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Surabaya dan berhilir di Kabupaten Gresik ini, secara anggaran dan teknis sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Sedangkan, dari segi pembebasan tanah dan sosialnya diserahkan ke pemerintah provinsi dan kabupaten.
“Yang jelas pembebasan lahan itu nantinya untuk diperuntukkan pelebaran sungai Kali Lamong menjadi sekitar 70-100 meteran. Kami juga akan menambah dua pintu air Floodway pengendali banjir di Plangwot Sidayu Lawas-Gresik, sebelumnya ada tiga, nantinya menjadi lima pintu air pada tahun ini,” paparnya.
Selain itu, banjir yang juga terjadi di Kali Kemuning Sampang hingga Kali Welang yang jadi pemicu banjir di wilayah Tapal Kuda, pihaknya sudah berencana membenahi sungai-sungai itu. Namun, sejauh ini cukup banyak kendala yang membuat rencana tersebut butuh waktu panjang.
“Sebenarnya kami bersama pemerintah pusat dan kabupaten/kota sudah melakukan penanganan,” katanya. Untuk penanganan di Kali Kemuning Sampang, dalam jangka pendek Pemprov sudah melakukan normalisasi dan perbaikan badan sungai. Selain itu, menyiapkan lima pompa air untuk mempercepat surutnya genangan air di Sampang, ada 20 alat berat yang sudah standby di Depo Sidoarjo.
“Alat berat sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan, saat terjadi banjir dalam menghadapi musim mudik lebaran tahun ini. “Jika ada tanggul yang jebol, paling tidak minimal ada penanganan pertama. Minimal kami ada upaya melakukan penanganan pascabanjir tersebut,” ujarnya. [iib]

Tags: