Pemprov Jatim Gelar MITF 2019, Bertemakan Desa Wisata

Pemprov Jatim, Bhirawa
Dalam event kepariwisataan terbesar Provinsi Jawa Timur rencananya akan digelar di Convex Hall Grand City Surabaya, yaitu Majapahit International Travel Fair (MITF) Tahun 2019 dengan mengambil tema Desa Wisata.
Kini di Jawa Timur, desa wisata sudah banyak bermunculan baik dari sisi wisata alam dan budayanya.
Kepala Disbudpar Jatim Sinarto menyampaikan dengan mengangkat tema ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian yang langsung dirasakan hasilnya bagi kesejahteraan masyarakat. “Sesuai dengan Nawa Bhakti Satya Gubernur Jatim, di antaranya pengentasan kemiskinan di pedesaan,” katanya, Rabu (17/4).
Dikatakannya, Disbudpar Jatim sebenarnya telah mengonsep MITF agar ada semacam miniatur produk pariwisata yang tidak hanya melibatkan desa wisata dalam bursa pameran kepariwisataan, namun pelaku wisata lainnya bisa bergabung did alamnya seperti biro perjalanan, hotel dan restoran.
” Jadi, masyarakat yang datang ke pameran wisata sudah bisa langsung bertransaksi baik itu pelaku usaha wisata, hotel dan restoran,” ujarnya.
Namun, sayangnya hingga kini daerah masih belum begitu paham dengan konsep yang diusung Pemprov Jatim tersebut. “Kami berupaya membangun konsep ini agar nantinya terealisasikan, dan harapannya bisa berdampak langsung ke seluruh masyarakat dan pelaku usaha,” katanya.
Saat ini, MITF yang diselenggarakan baik travel exchange dan bursa pameran tidak ada provinsi yang belum bisa meniru Jawa Timur. “Provinsi lainnya masih berkutat pada proses business to business (b to b) saja. Kalau MITF ini sudah ada b to b, dan pamerannya juga berproses pada business to customer (b to c),” katanya.
Lebih lanjut, dijelaskannya, desa wisata yang diikutsertakan dalam MITF merupakan desa wisata yang sudah maju baik dari sisi wisata alam dan budayanya. Desa wisata tersebut juga dianggap lebih siap untuk menerima dan melayani wisatawan yang akan berkunjung.
Sekadar diketahui, MITF ini akan diselenggarakan pada 2-4 Mei 2019 dengan kegiatan b to b yaitu travel exchange antara seller dari Jatim dan buyer dari luar negeri. Setidaknya ada 13 negara yang bergabung didalamnya. Sedangkan kegiatan lainnya berupa b to c, dengan bursa pameran kepariwisataan. Kegiatan ini juga memperoleh dukungan dari Kementerian Pariwisata RI. [rac]

Tags: