Pemprov Jatim Buka Lulusan SMK dan SMA Ikut Magang Kerja di Jepang

Pemprov Jatim, Bhirawa
Kabar baik bagi lulusan SMK atau SMA yang ingin ikut serta dalam program magang kerja ke Jepang yang merupakan program dari Pemerintah Pusat tersebut.
Untuk pelaksanaan program magang kerja ke Jepang tahun 2019 rencananya akan dibuka mulai pada tanggal 8 Juli 2019 – 12 Juli 2019, pada jam 08.00 Wib, langsung ke Bidang Latpro, Disnakertrans Jatim.
Dalam pendaftaran atau pemeriksaan administrasi awal, akan dilihat kelengkapan dokumen dan keaslian dokumen. Lalu, calon peserta akan diberikan tes matematika dasar, kesamaptaan tubuh atau cek fisik, tes ketahanan fisik, wawancara, tes kesehatan, dan tes bahasa Jepang, dan pembuatan pasport.
Untuk lulusan SMK dan SMA ada perbedaan. Sesuai kebijakan Menaker, SMK minimal 18 tahun, dan SMA minimal 19,6 tahun. Wajib melampirkan surat keterangan lulus pelatihan kejuruan teknik selama 220 jam atau surat pengalaman kerja dibidang teknik selama enam bulan. Terkait jurusan program magang ke Jepang masih tertuju di bidang Industri dan Konstrusi.
Untuk program magang kerja yang dinaungi IM Jepang, terdapat 61 jenis pekerjaan dan tidak ada kuota. Harapan pemerintah Jepang, target untuk satu bulannya pengiriman tenaga kerja ke Jepang bisa 400 orang. Rata-rata peserta yang lulus kini sudah mengalami peningkatan. Seleksi tahun 2019, mulai tanggal 8 Juli untuk calon pendaftar sudah mencapai 540 orang.
Kadisnakertrans Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan, selama ini masyarakat juga ada yang masih keberatan untuk ikut serta dalam program magang kerja , dikarenakan pembiayaan. “Jika dilihat manfaat dan hasilnya, justru sangat besar sekali,” katanya, kemarin.
Memang peserta harus mempersiapkan sekitar Rp12 juta. Jumlah biaya itu diantaranya akan dimanfaatkan untuk pembuatan pasport dan visa, airport tax, medical cek up sebanyak tiga kali dilaksanakan di Indonesia, serta uang saku awal untuk di Jepang sebelum mendapatkan uang gaji atau tunjangan sebesar 10 ribu yen.
“Peserta yang ingin ikuti program ini diharapkan untuk mengikuti pembekalan awal, dengan belajar di LPK (lembaga pelatihan kerja) alumni magang Jepang. Disnakertrans Jatim memiliki anggota asosiasi LPK yang tersebar di seluruh Jatim. Peserta yang datang ikut test tidak hanya volume, namun harus yang berkualitas,” tandasnya.
Dikatakannya, kalau program magang kerja ini bukanlah TKI (Tenaga Kerja Indonesia) seperti di Singapura, Malaysia, dan lainnya. Tetapi, peserta yang terpilih itu nantinya akan belajar sambil bekerja.
Tahun pertama, peserta akan mendapatkan uang saku dengan minimal sebesar Rp 11 juta rupiah, tahun kedua, juga akan mendapatkan minimal Rp 12 juta, dan tahun ketiga medapatkan Rp13 juta.
“Setelah kontrak tiga tahun, siswa akan mendapatkan modal usaha dari pemerintah sebesar 600 yen atau senilai Rp78 juta rupiah, belum lagi pengembalian klaim asuransi Rp50 juta, tunjangan hari tua serta sisa pajak dan sebagainya.
Terpenting lagi mendapatkan sertifikat Japan International Training Cooperation Organization (JITCO) yang bisa dipergunakan untuk melamar pekerjaan yang di perusahaan milik Jepang yang ada di seluruh Indonesia. [rac]

Tags: