Pemprov Jamin Keamanan Daerah Terdampak

Bencana Angin Kencang di Kota Batu
Kota Batu, Bhirawa
Pemprov Jatim menjamin keamanan tempat tinggal warga khususnya di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, yang terpaksa ditinggalkan pemiliknya akibat bencana angin kencang yang terjadi sejak Sabtu (19/10).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan telah meminta kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan lingkungan wilayah terdampak, selama para pemiliknya mengungsi.
“Dari kepolisian dan TNI, juga ikut menjaga keamanan lingkungan di rumah mereka karena rumah ditinggalkan, termasuk ada yang punya hewan ternak,” kata Khofifah usai menemui para pengungsi di Balai Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jatim bersama Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko, Wawali Punjul Santoso dan beberapa kepala OPD, Senin (21/10) .
Khofifah menambahkan, langkah untuk mengamankan wilayah terdampak bencana khususnya di tiga desa, yakni Desa Sumber Brantas, Desa Gunung Sari, dan Desa Sumebrgondo, untuk memberikan ketenangan kepada para pengungsi.
Saat ini, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, lebih kurang sebanyak 1.182 pengungsi dan satu orang meninggal dunia akibat bencana angin kencang yang menerjang Desa Sumber Brantas. “Supaya ada ketenangan, bahwa ada yang ikut membantu menunggu rumah mereka, barang-barang milik mereka, termasuk hewan ternak,” kata Khofifah.
Pada kesempatan itu Khofifah juga memberikan psikological support atau dukungan moril.
“Kasus pengungsi Sumber Brantas ini memang masuk wilayah Kota Batu, dan menjadi otoritas Pemkot Batu. Namun masalah kerelawanan dan kemanusiaan, saya memberikan psikological support bagi para pengungsi. Dan juga saya memohon kepada masyarakat Jatim untuk memberi dukungan juga kepada warga Sumber Brantas,”ujar Khofifah
Ia menambahkan setelah melakukan kordinasi dengan Wali Kota Batu, Khofifah memastikan bahwa tiga unsur penting tetap dalam kondisi baik, yakni, pendidikan, kesehatan, dan tempat ibadah. Untuk kesehatan, kondisi Puskesmas di Desa Sumber Brantas masih bisa memberikan pelayanan baik. Demikian juga dengan keberadaan tempat ibadah.
Namun untuk bidang pendidikan, ada SMP di Desa Sumber Brantas yang kondisinya mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Hal ini mengakibatkan sekolah ini butuh untuk segera direkonstruksi atau diperbaiki.
“Dalam 1 minggu ini, mungkin para siswa SMP tersebut terpaksa diliburkan. Namun setelah 1 minggu sudah harus ada sekolah darurat sehingga anak-anak (para siswa) tidak terlalu lama liburnya,”ujarnya.
Sementara Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga mendatangi sejumlah pengungsi dan mengajak ngobrol mereka. Dikatakan Dewanti, ada sekitar 145 pengungsi yang ditampung di rumah dinas.
Dewanti mengatakan rumah dinas sengaja dibuka untuk tempat pengungsian karena melihat kondisi tempat pengungsian bagi balita dan lansia di Posko BPBD belum ideal.
“Karena di sana kamar kecilnya agak jauh. Kebutuhan logistik di pengungsian rumah dinas juga tercukupi, dan dipastikan pengungsi mendapat pelayanan sesuai kebutuhan,” kata Dewanti. [cyn]

Tujuh Posko Pengungsian:
Lokasi                                                     Jumlah Pengungsi
Rumah Dinas Wali Kota Batu             122 (untuk lansia dan anak-anak)
Balai Desa Punten                                530
Pos BPBD Kota Batu                            379
Balai Desa Tulungrejo                         40
SDN Punten 01                                     173
Balai Desa Sidomulyo                         7
Kantor Kelurahan Songgokerto         19

Tags: