Pemkot Surabaya Imbau Warga Tak Rusak Cemara Udang di Suramadu

Pohon cemara udang yang sudah tumbuh baik di sekitar Jembatan Suramadu, Selasa (5/3). Pemkot Surabaya meminta masyarakat untuk tidak merusak pohon cemara udang yang sudah ditanam.[zainal ibad/bhirawa]

Pemkot Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya juga terus melakukan penanaman pohon cemara udang di kawasan pesisir pantai utara. Hal ini dilakukan sebagai salah satu solusi untuk menghadang jika terjadi ombak besar yang melanda kawasan pantai utara.
Namun sayangnya, tangan-tangan jahil dan tidak bertanggungjawab merusak cemara udang yang telah ditanam Pemkot Surabaya. Untuk itu, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat untuk tidak merusak cemara udang yang telah ditanam. Seperti di kawasan Bulak, Kenjeran hingga sekitaran Jembatan Suramadu.
Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Hendrik Setianto mengatakan, selama ini banyak pohon cemara udang yang dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Ada cemara udang yang mati dan ada pula yang patah pohon dan ranting-rantingnya.
“Ini yang saya lihat, dulu pernah kita tanami, tapi dicabuti. Kadang karena dibuat parkir, kadang dimakan kambing. Di sana kambingnya banyak. Sabtu-Minggu itu banyak PKL juga. Biasanya terkena rombong,” ujar Hendrik ketika dikonfirmasi, Selasa (5/3).
Menurut dia, DKRTH sebenarnya sudah beberapa kali menanam pohon cemara udang di daerah tersebut. Terbaru yaitu pada Jumat (1/3) lalu ketika acara kerja bakti ribuan warga bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Pada saat itu, sekitar 200-300 pohon ditanam.
“Yang terbaru itu sudah ada yang rusak. Yang lama juga ada yang dirusak. Jadi nantinya rencana akan kami tanami lagi, tapi ditambah bronjong bambu agar lebih kuat. Kami harus tetap tanam dan ganti yang rusak,” katanya.
Ia berharap, masyarakat bisa lebih sadar tentang pentingnya menjaga pohon yang sudah ditanam oleh Pemkot Surabaya. Para pemilik kambing bisa menjaga hewan ternak mereka agar tidak dilepas liar. Tak hanya itu, ia berharap PKL yang berjualan di sekitar lokasi juga bisa menjaga agar rombong mereka tidak merusak tanaman.
Seperti yang diketahui, kawasan pesisir pantai utara Surabaya dinilai lebih rawan terkena banjir. Sebab, ada dua faktor kemungkinan yang dapat menyebabkan wilayah pesisir banjir. Pertama, intensitas curah hujan tinggi dan kedua timbulnya air rob atau pasang.
Penanaman pohon cemara udang juga penting sebagai metode pemecah ombak besar. Dengan adanya pohon tersebut, diharapkan dapat mengurangi derasnya ombak sebelum mencapai daratan. “Kayak di pantai utara, Kenjeran, Bulak, terus tepi pantai sekitaran Suramadu, itu dia (ombak) hantam cemara udang dulu, supaya ombaknya tidak terlalu keras,” tandasnya. [iib]

Tags: