Pemkot Pasuruan Kaji Kenaikan Honor GTT

Seorang guru SMKN di Kota Pasuruan saat melihat anak didiknya mengerjakan UN secara online tahun lalu. Saat ini, Pemkot Pasuruan terus berupaya meningkatkan kejejahteraan GTT. [Hilmi Husain/Bhirawa]

Pemkot Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Pasuruan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru tidak tetap (GTT) di wilayahnya. Salah satunya adalah mengkaji menaikkan honor GTT.
Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo ST menyampaikan GTT memiliki tugas mulia, yakni mendidik generasi muda. Namun, honor yang diterima GTT sebesar Rp 750 ribu perbulan masih jauh dari kebutuhan hidup layak yang mengacu pada UMK Kota Pasuruan.
“Sudah kami naikkan honor GTT tahun 2018 menjadi Rp 750 ribu perbulan. Sebelumnya hanya Rp 300 ribu perbulan. Untuk kenaikan selanjutnya, kami lakukan kajian dulu. Hasil kajian itu tak lain supaya kesejahteraan GTT bisa meningkat,” ujar Raharto Teno Prasetyo, Rabu (28/8).
Pencairan honor GTT itu terealisasikan per triwulan. Besaran Rp 750 ribu perbulan untuk honor GTT masih jauh lebih kecil dibanding upah minimum kota (UMK) Pasuruan sebesar Rp 2,046 juta.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan, melalui Supriyadi, Plt Kabid Tenaga Pendidik menyatakan sebanyak 546 GTT di Kota Pasuruan.
“Honor yang diterima GTT senilai Rp 750 ribu setiap bulan. Untuk pencairannya dilakukan setiap triwulan,” kata Supriyadi. Rinciannya adalah 11 GTT di lembaga Taman Kanak-kanak (TK), 381 GTT di lembaga Sekolah Dasar (SD) dan 154 GTT di lembaga Sekolah Menengah Pertama (SMP). [hil]

Tags: