Pemkot Mojokerto Gelar Assesment Ratusan Pejabat

Ika Puspitasari, Wali Kota Mojokerto. [karyadi/bhirawa]

(Dasar Perombakan Besar – besaran Eselon III dan IV)

Kota Mojokerto, Bhirawa
Pemkot Mojokerto menyiapkan rotasi – mutasi besar – besaran untuk pejabat eselon III dan IV dalam waktu dekat. Perombakan di bawah kepemimpinan Wali Kota, Ika Puspitasari ini diawali adanya ratusan pejabat yang mengikuti Uji Kompetensi Aparatur (character assesment) bagi pejabat struktural eselon III dan IV. Character assesment digelar di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Mojokerto, Selasa (2/7) kemarin.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menjelaskan, dilaksanakannya character assesment untuk mengetahui kompetensi pejabat. Untuk menjajaki hal itu, Pemkot menggandeng Dinas Psikologi TNI AL Surabaya untuk menguji kompetensi kepada setiap aparatur Pemkot itu.
”Assesment dilakukan beberapa hari kedepan,” terangnya.
Ning Ika-sapaan akrabnya mengatakan, agenda kali ini juga merupakan tindak lanjut dari essesment yang menyasar pejabat eselon II sekitar empat bulan yang lalu. Dan kali ini ingin menjajaki kemampuan pejabat setingkat di bawahnya. Rencananya, total ada 179 pejabat setingkat eselon III dan IV yang akan menjalani character assesment.
”Dari eselon III ada 79 (pejabat), eselon IV 100 (pejabat),” terang Ning Ita ini.
Ning Ita menyatakan, character assesment dilakukan sebagai langkah awal untuk perombakan pejabat. Namun, sebelum gerbong rotasi – mutasi itu digulirkan, dia ingin melihat potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di bawah naungan Pemkot Mojokerto.
Sehingga hasilnya akan dijadikan pertimbangan, apakah pejabat akan tetap dipertahankan di jabatan semula atau justru harus digeser ke jabatan lain. Sehingga, perombakan pejabat tahap kedua di bawah kepemimpinannya nanti diharapkan bisa menempatkan orang pada posisi yang tepat. Yaitu yang sesuai dengan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang dimiliki.
Kendati memiliki hak preogratif untuk melakukan penggeseran pejabat, tetapi Ning Ita mengaku tak ingin mengukur kemampuan pejabat hanya dengan meraba – raba saja. Maka hasil daricharacter assesment nanti lah yang akan dijadikan pijakan untuk melakukan rotasi – mutasi.
”Terkait the man in the righ place dasarnya kan harus dari sini (character assesment, red), karena saya tidak mau membeli kucing dalam karung,” ujarnya.
Terkait kapan rencana akan digelar mutasi? Ning Ita mengaku akan dialakukan dalam waktu dekat. Tentunya setelah seluruh tahapan character assesment ini rampung dan keluar hasilnya.
”Setelah ini (character assesment) selesai kita harus menata SDM lagi. Jadi saya tidak mau menata itu asal ndeleh wong (asal menempatkan orang),” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, rotasi – mutasi perdana di bawah kepimpinan Wali Kota Ika Puspitasari telah digulirkan pada 11 Juni lalu. Dalam perombakan itu, setidaknya mengangkut 51 pejabat mulai eselon II hingga eselon IV ke dalam gerbong mutasi pertama di tahun 2019 ini. Wali kota yang resmi dilantik 10 Desember 2018 ini juga bakal kembali menjalankan rotasi – mutasi tahap kedua di tahun pertamanya mempimpin Kota Mojokerto. [kar]

Tags: