Pemkot-Dewan Sepakat Jadikan UMKM Raja Perekonomian Kota Batu

Suasana Lokakarya UMKM yang dihadiri Walikota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Ketua DPRD Batu Hari Danah yang dilaksanakan di Graha Pancasila Batu, Kamis (25/10).

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu bersama DPRD bersepakat untuk menjadikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai Raja Perekonomian Kota Batu . Dana milyaran rupiah siap diluncurkan untuk penyediaan fasilitas bagi UMKM. Kesepakatan ini tercapai saat Lokakarya UMKM Bersama Eksekutif dan Legislatif yang dilaksanakan di Balaikota Batu, Kamis (25/10).
Lokakarya ini dihadiri oleh Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Wakil Ketua DPRD Batu Harri Dannah, Ketua Asosiasi Pengusaha Kota Batu (APKB) Riyanto, beberapa Kepala OPD terkait, serta puluhan pelaku UMKM Kota Batu.
“Kepada Dinas-Dinas saya pesan agar jangan ada yang menolak dan atau tidak memberikan fasilitas kepada UMKM,”pesan Dewanti mengawali giat lokakarya.
Pesan ini, kata Dewanti, akan terus berlaku sampai 5 tahun ke depan dalam masa pemerintahannya. Karena pengembangan UMKM menjadi salah satu program unggulan selain sektor pariwisata dan pertanian.
Di depan para pelaku UMKM, Wali kota berjanji siap memberikan anggaran untuk pengadaan fasilitas UMKM. Dan salah satu langkah kongkrit yang dilakukan, Pemkot akan segera melakukan pengadaan mesin packaging atau pengepakan yang bisa dimanfaatkan UMKM. Tak tanggung-tanggung Pemkot telah menyediakan anggaran Rp3 milyar untuk pengadaan mesin tersebut.
“Selama ini dalam pengepakan produk, UMKM harus melakukannya di luar Kota Batu. Dengan adanya mesin ini nantinya, UMKM akan bisa menghemat biaya, waktu, dan transport,”tambah Wali kota.
Ketua APKB, Riyanto mengatakan saat ini sudah ada ratusan produk yang telah dihasilkan UMKM. Namun pihaknya terkendala sulitnya untuk memasukkan produk tersebut ke Pusat Oleh-Oleh ataupun Hotel dan Restoran yang banyak terdapat di Kota Batu.
“Sebenarnya, usulan untuk memasukkan produk UMKM ke Pertokoan dan Hotel sudah lama ada. Namun hingga saat ini masih belum bisa kita laksanakan karena belum adanya payung hukum (regulasi),”ujar Riyanto.
Keluhan ini langsung disikapi oleh Walikota. Pihaknya bersama Legislatif siap memberikan regulasi yang dibutuhkan UMKM. “Yang jelas jika ada kebutuhan payung hukum, beri masukan kita (Pemkot) untuk bisa kita godok, dan kita siapkan,”janji Wali kota.
Komitmen yang sama juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Batu, Hari Danah. Ia mengatakan bahwa Legislatif siap membantu pengembangan UMKM Batu, termasuk penyediaan anggaran di tahun 2019 untuk pengadaan alat pengepakan.
“DPRD tidak menolak dan langsung menyetujui,”tegas Danah. Selain itu, Dewan juga akan mempersiapkan Perda agar produk UMKM bisa dititipkan ke Pusat Oleh-Oleh dan Hotel yang banyak tersebar di Kota Batu.
Namun sebelum ada pengadaan mesin ini, kata Danah, pihaknya meminta agar Pemkot mengfungsikan keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kota Batu. Lembaga ini harus dimanfaatkan untuk pembinaan dan pengembangan UMKM Batu. Selain itu Dinas terkait juga dituntut untuk bisa membuat terobosan dalam melakukan pembinaan.
“Jika hal ini bisa dilakukan dengan terobosan yang tepat sasaran maka anggaran dari Pemerintah Provinsi bahkan Pemerintah Pusat akan mudah kita dapat,”pesan Danah.(nas)

Tags: