Pemkab Situbondo Gelar Konsultasi Publik Jalan Tol

Bupati Situbondo bersama Kepala Biro Administrasi dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim, Indah Wahyuni saat membuka kegiatan konsultasi publik kedua di Kantor Kecamatan Banyuglugur. [sawawi/bhirawa]

Pemkab Situbondo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo bersama jajaran pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur melakukan Konsultasi Publik rencana pembangunan jalan tol rute Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) di Kantor Kecamatan Banyuglugur Situbondo.
Kegiatan konsultasi publik melibatkan sejumlah warga pemilik lahan yang akan dilewati pembangunan jalan tol. Mereka diantaranya berasal dari Desa Banyugulugur dan Desa Kalianget. Hingga ini penentuan lokasi (penlok) sudah diajukan ke Gubernur Jatim dan masih menunggu tandatangan dari warga.
Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, ia ikut hadir dalam acara konsultasi publik untuk mengingatkan warga untuk melakukan klarifikasi terkait isu jalan tol dengan pelaksana maupun dari pihak pemerintah.
Untuk itu, Bupati Dadang meminta warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh oknum yang tidak bertangung jawab menjelang pembangunan jalan tol di Kota Santri Situbondo.
“Saya harap warga jangan mudah termakan isu isu yang sengaja dihembusan oleh pihak tertentu yang tidak mau bertanggung jawab,” pinta bupati dua periode itu.
Masih kata Bupati Dadang, sebaliknya dirinya sebagai pemimpin di lingkungan Pemkab Situbondo meminta semua warga yang tanahnya akan dilewati jalan tol untuk tidak mudah terhasut orang yang hanya ingin memanfaatkan situasi.
Oleh karena itu, sambung Bupati Dadang, dirinya meminta warga untuk mengikuti semua tahapan pembangunan jalan tol di sepanjang titik Situbondo.
“Ya semua itu (pembangunan jalan tol, red) sudah ada tahapan dan mekanismenya. Termasuk dalam hal pembelian tanahnya,” sebut Bupati Dadang.
Sementara itu Kepala Biro Administrasi dan Otonomi Daerah Pemprov Jatim, Indah Wahyuni, menandaskan, kegiatan konsultasi publik pada sesi kedua ini sebagai bentuk sosialisasi kepada warga yang terdampak jalan tol.
Jika warga sudah menandatangani berita acara, urai Indah Wahyuni, maka penentuan lokasi jalan tol rute Probowangi akan segera turun.
“Sudah ada beberapa tahapan untuk pembebasan lahan milik warga,” tegas Indah Wahyuni. Masih kata Indah Wahyuni, setelah penentuan lokasi disetujui warga, Badan Pertanahan Nasional selanjutnya akan melakukan lelang terhadap Konsultan Jasa Penilai Publik (KJPP) yang didalamnya mengatur soal nilai atau harga tanah.
Selanjutnya, sambung Indah Wahyuni, KJPP yang berwenang menentukan harga tanah warga yang akan dibeli untuk realisasi pembangunan jalan tol. [awi]

Tags: