Pemkab Situbondo-Bea Cukai Razia Rokok Polos dan Tak Berpita Cukai

Tim gabungan Pemkab Situbondo bersama Bea Cukai Jember mengajak pemilik toko untuk tidak menjual rokok polos dan rokok tak berpita cukai. [sawawi/bhirawa]

Pemkab Situbondo, Bhirawa
Tim gabungan Pemkab Situbondo (Satpol PP; Dinas Perdagangan dan Perindustrian; Bappeda] bersama Bea Cukai Jember melakukan monitoring rokok polos dan tak berpita cukai.
Sasaran monitoring diantaranya sejumlah pertokoan yang ada di Kecamatan Asembagus, Kecamatan Arjasa dan Kecamatan Banyuputih. Setelah didata tim gabungan berhasil menemukan sedikitnya 601 bungkus rokok tanpa cukai dan polos.
Menurut Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Ekonomi Bappeda Kabupaten Situbondo, Hendrayono, kegiatan monitoring terhadap warung yang menjual rokok merupakan amanat yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) RI pasal 10 Nomor 222 tahun 2017.
Dalam pelaksanaan aturan ini, ujar Hendrayono, Pemkab harus selalu berkoordinasi serta menjalin sebuah kerjasama dengan Kantor Bea Cukai. Untuk mewujudkan dasar aturan tersebut, Bappeda Kabupaten Situbondo melibatkan Kantor Bea Cukai dan lintas SKPD. “Ya dalam operasi kemarin kami sudah melibatkan Bea Cukai,” aku Hendrayono.
Sementara itu Kasubsi Intelejen Bea Cukai Jember Yonny Haryono menimpali, ada lima jenis rokok yang masuk dalam katagori rokok illegal.
Diantaranya, sebut Yonny, rokok tanpa dilekati pita cukai tembakau atau biasa disebut dengan rokok polos; rokok yang dilekati dengan pita cukai yang palsu dan rokok yang dilekati dengan pita cukai bekas.
Sisanya, lanjut Yoni, rokok yang dilekati cukai namun bukan peruntukannya serta terakhir rokok yang masuk katagori salah personalisasi. “Dari hasil pendataan dan monitoring tim gabungan tadi banyak menemukan rokok polos,” tegas Yonny.
Kata Yonny, para pengedar rokok illegal, sudah melanggar Undang Undang (UU) Nomor 39 tahun 2007 tentang cukai. Masih kata Yonny, mereka yang terbukti mengedarkan rokok illegal akan mendapatkan ancaman hukuman minimal 1 tahun penjara.
Untuk hasil monitoring, ujar Yonny, tim gabungan banyak menemukan barang bukti rokok polos di Pasar Gudang Kecamatan Asembagus Situbondo.
“Untuk saat ini kami hanya menyita barang buktinya saja. Sedangakan untuk proses hukum nanti akan diberlakukan jika sudah ditemukan kembali memperjualbelikan rokok illegal,” tandas Yonny.
Disisi lain, salah satu pedagang mengaku, menjual rokok polos atau rokok tanpa pita cukai sangat diminati oleh masyarakat karena harganya yang miring serta memiliki rasa yang khas.
Bayangkan saja, urai pria yang tidak mau disebut namanya itu, ia menjual rokok polos hanya Rp2.500/bungkusnya. “Jika dibandingkan dengan rokok yang lain ini sangat murah. Makanya banyak warga yang membeli rokok ini, karena jelas murah harganya,” pungkasnya. [awi]

Tags: