Pemkab Probolinggo Canangkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik

Wabup Timbul canangkan satu rumah satu jumantik.

Pemkab Probolinggo, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pencanangan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J) di Alun-alun Kota Kraksaan. Kegiatan ini diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H. Soeparwiyono, Kepala OPD, Camat, kader jumantik, kepala puskesmas, Saka Bakti Husada, mahasiswa UNUJA Paiton, mahasiswa STIKEs Hafshawaty Genggong, mahasiswa Akper Genggong serta pelajar SMKN 1 Kraksaan, SMKN 2 Kraksaan dan SMAN 1 Kraksaan.
Pencanangan ini ditandai dengan penyerahan alat pemantau jentik dan pelepasan balon oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan jentik dan penaburan larvasida di kolam depan Guest House Kraksaan.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, Rabu 20/3 mengatakan pencanangan gerakan satu rumah satu jumantik ini dilakukan dalam rangka untuk mengurangi jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Probolinggo. Dimana DBD ini merupakan penyakit siklus 5 (lima) tahunan.
“Jumlah kasus DBD di Kabupaten Probolinggo sudah terjadi lonjakan yang luar biasa. Tahun 2017 terjadi sebanyak 240 kasus dan tahun 2018 sebanyak 80 kasus dalam satu tahun. Tetapi tahun ini hanya dalam waktu 3 bulan, kasusnya sudah mencapai 246 kasus dengan jumlah kematian mencapai 5 orang,” katanya.
Menurut Anang, kegiatan ini dilakukan berdasarkan intruksi dari Bupati Probolinggo dengan tujuan untuk memperkuat jajaran dengan memaksimalkan kader jumantik di lapangan. Sehingga diharapkan di masing-masing keluarga di Kabupaten Probolinggo mulai membiasakan memiliki 1 (satu) anggota keluarga untuk memantau jentik di tempat-tempat penampungan air. “Kegiatan ini setidaknya bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti,” tegasnya.
Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko mengaku sangat senang dan memberikan apresiasi atas dicanangkannya Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. Dengan harapan ke depan mampu menjadi pelopor untuk pemberantasan nyamuk di lingkungannya masing-masing. “Salah satu penyebab banyaknya kasus DBD ini dikarenakan musuh alami nyamuk sudah punah. Musuh-musuh alami nyamuk penyebab DBD ini banyak diburu oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Wabup Timbul, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk. Sehingga ke depannya masyarakat Kabupaten Probolinggo bisa terselamatkan dari kasus DBD.
“Marilah bersama-sama menjaga lingkungan agar bersih dan terbebas dari jentik-jentik nyamuk. Kegiatan ini diharapkan bisa menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Niatkan semua tenaga dan pikiran kita untuk bersama-sama memberantas sarang nyamuk agar terbebas dari DBD,” tambahnya.(Wap)

Tags: