Pemkab Madiun Study Banding Ke Badung Bali Bersama Wartawan

Wabup Madiun, H. Hari Wuryanto (kanan) menyerahkan cinderamata kepada Wabup Pemkab Badung I Ketut Suiasa.sudarno/bhirawa

(Prioritaskan Pariwisata)

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Dalam rangka pengembangan pariwisata di Kabupaten Madiun, Pemkab Madiun melalui Humas dan Protokol serta Dinas Kominfo Kab Madiun mengadakan study banding ke Pemkab Badung Provinsi Bali, Rab – Minggu (30/10 – 3/11) dipimpin langsung oleh Bupati Madiun H. Ahmad Dawami dan Wabup Madiun, H. Hari Wuryanto yang disertai 55 wartawan bersama OPD dan para camat se Kab Madiun.
Menurut Wabup Madiun, H. Hari Wuryanto, tujuan study banding ke Pemkab Badung Bali ini, untuk ngangsu kaweruh atas keberhasilan Pemkab Badung selama ini. Yang mana nantinya akan dilaksanakan di Pemkab Madiun. Untuk itu, diharapkan para wartawan di Madiun hendaknya dapat membantu lewat karya jurnalistiknya turut serta menginformasikan atau mempromosikan berbagai bidang pembangunan yang menjadi prioritas Pemkab Madiun sekarang ini.
Sedang Wabup Kabupaten Badiung Provinsi Bali, I Ketut Suiasa dalam sambutannya menyatakan, kalau atas keberhasilan Pemkab Badung selama ini menjadi jujukan study banding dari berbagai daerah. Misalnya, keberhasilan pemberian laptop ke siswa SD, SMP dan SMA juga banyak yang study banding kesini.Memang awalnya ada masalah atau kendala tetapi kendala itu, relatif kecil dan itu bisa diselesaikan atau diatasinya.
Keberhasilan berbagai bidang pembangunan di Badung kiranya tidak mengejutkan. Karena memang dari PAD Kab Badung mencapai Rp4,9 triliun. Berasal dari Badung wilayah utara dari pertanian dan Badung bagian selatan wilayah pariwisata. Lebih dari itu, di Badung tidak ada tarikan pajak bumi bangunan (PBB) seperti didaerah lain. Hal ini dilakukan Pemkab Badung tidak menarik iuran PPB kepada masyarakatnya, asalkan lahan pertanian miliknya tidak dikomersilkan . Kalau masyarakat mengkomersilkan lahan miliknya, jelas itu akan ditarik iuran PBB.
“Ya, tidak dikenakan iuran PBB, otomatis rakyat senang dan merasa hidupnya sejahtera, karena tidak ada iuran PBB.Masalahnya, kami melaksanakan program kerja juga untuk mensejahterakan masyarakat bukan sebaliknya,”tegas Wabup Badung memberikan penjelasan.
Terkait masalah terurai diatas, Wabup Madiun, H. Hari Wuryanto, geleng-geleng kepala dan menyatakan, jika seperti itu bisa dimakluminya. Sebab, PAD Kab Madiun hanya Rp200 miliar.”Coba kalau PAD Pemkab Madiun bisa 15 % nya dari PAD Pemkab Badung, kita bisa melakukan acara seperti ini ke Raja Ampat,”kata Wabup Madiun itu, disambut geeerrr wartawan.
Sementara itu, Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami, menanggapi pernyataan Wabup Badung PAD Pemkab Badung mencapai Rp4,9 triliun, itu menyatakan, hal itu bisa disadari kalau semua itu butuh proses. Dan suatu keberhasilan itu diperlukan kebersamaan. Karena itu, mari bersama-sama guyup rukun membangun dan menyukseskan pembangunan berbagai bidang yang menjadi program Pemkab Madiun.
“Kalau sudah sukses,masalah kegiatan seperti ini, gampang. Sekarang yang terpenting wartawan turut membantu mempromosikan program Pemkab Madiun dalam berbagai bidang pembangunan secara keseluruhan,”kata Kaji Mbing mempertegas.
Selama di Bali, rombongan Bupati dan Wabup Madiun bersama OPD, Camat se Kab Madiun serta 55 orang wartawan yang biasa melakukan peliputan di Pemkab Madiun itu, diajak mengunjungi benoa watersport, ke pantai Pandawa, ke Jimbaran dan wisata Bedegul. [dar]

Tags: