Pemilik Dijanjikan Pekerjaan, Warung Remang-Remang Dibongkar

Atas kesepakatan berma antara masyarakat, Pemkab Madiun diwakili Satpol PP Kab Madiun, TNI/Polri membongkar warung remang-remang di bong pay/bong cina Desa Sambirejo Kecamatan Jiwan, Sabtu (10/8). [sudarno/bhirawa]

Kabupaten Madiun, Bhirawa
Setelah pembersihan warung remang-remang Pasar Muneng Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun, jumat (9/8), juga dilakukan penutupan warung remang-remang yang berada di bong pay/bong cina Desa Sambirejo Kecamatan Jiwan, Sabtu (10/8).
Makam bong Pay/ bong cina ini sudah tak asing lagi ditelinga masyarakat Madiun, bahwa ditempat tersebut sering dijadikan tempat prostitusi.
Sesuai dengan visi misi Kabupaten Madiun, menjadikan Kabupaten Madiun aman, mandiri sejahtera dan berakhlak, Masyarakat Desa Sambirejo bersama Satpol PP dan TNI/Polri melakukan penutupan warung remang-remang yang menyebabkan terjadinya prostitusi di makam Bong pai itu.
Dalam hal ini sudah dilakukan pertemuan antara Bupati Madiun dengan masyarakat sekitar bong pay yang telah sepakat untuk membersihkan warung remang-remang sekitar makam cina tersebut, karena sering terjadinya sebagai tempat prostitusi yang tepatnya di makam tersebut.
Bupati Madiun yang hadir di lokasi dengan menggunakan sepeda montor meninjau secara langsung pembongkaran warung dan pendataan masyarakat, beliau berkesempatan menyampaikan kepada awak media, bahwa beliau telah pernah melakukan swiping sendiri sebanyak 9 kali di tempat tersebut hanya di dampingi ajudannya.
Dalam hal ini, bupati Madiun, H. Ahmad Dawami mengajak masyarakat desa sambirejo untuk melakukan penutupan, karena masyarakat sekitar pun juga resah terhadap adanya perilaku menyimpang yang ada di dalam makam cina itu.
“Masyarakat harus bersama-sama dan tegas memerangi perilaku yang menyimpang ini.Masyarakat juga harus ikut menjaga setelah terjadinya penutupan ini.Tidak hanya pemerintah dan TNI/Polri saja namun semuanya mempunyai kewajiban.”tegas bupati Madiun.
Menurut bupati Madiun, dalam hal ini, boleh benci maksiat tapi jangan benci pelakunya.”Bukannya kami otoriter, tetap ada program pra eksekusi, hingga pasca penutupan. Artinya seluruh pelakunya, yang ber-KTP Kabupaten Madiun akan menjadi tanggung jawab pemerintah Kabupaten Madiun, kita akan mencarikan pekerjaan baru atau kegiatan baru yang lebih positif,” pungkas Bupati Madiun menjanjikan. [dar]

Tags: