Pemerintah Kota Probolinggo Recovery Rumput Stadion Bayuangga

Pemerintah Kota Probolinggo Recovery Rumput Stadion Bayuangga

Kota Probolinggo, Bhirawa.
Event Semipro (Seminggu di Kota Probolinggo) ke XI tahun 2019 memang usai digelar. Namun, Pemerintah Kota Probolinggo masih harus fokus untuk recovery kondisi rumput di Stadion Bayuangga setelah digunakan sebagai lokasi Semipro sejak 31 Agustus hingga 7 September lalu.
Sejak Rabu 11/9, sejumlah pejabat dari berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) berada di Stadion Bayuangga. Antara lain Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri, Staf Ahli Paeni (penanggung jawab acara Semipro), Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo (Ketua Panitia Semipro XI), Kepala DLH Budi Krisyanto.
Dua unit armada Damkar dari Dinas Satpol PP dan truk tangki serta tim kebersihan dari DLH pun sudah bergerak. Pasalnya, pembersihan ini sudah dilaksanakan sejak Senin (9/9) lalu hingga beberapa hari mendatang. “Kalau pembersihan sudah dimulai dua hari lalu,” ujar Sekretaris DLH, Retno Wandansari, Kamis 12/9.
Selain menyapu di dalam area stadion, penyiraman juga dilakukan secara terus-menerus. Wawali Subri menyebutkan, kondisi pasca semipro, rumput lapangan sepakbola ini bukan mati tetapi mengering. “Tapi, sekarang alhamdulillah sudah tumbuh lagi. Kami tidak merubah struktur awal, hanya mengembalikan seperti semula. Dan, ini membutuhkan kesungguhan dan keseriusan agar recovery berjalan lebih cepat,” kata wawali.
Seperti apa yang diharapkan oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Pemerintah Kota Probolinggo secepat mungkin harus melakukan perbaikan seperti semula. Sampai Rabu 11/9, sampah di stadion, baik itu di lapangan, tribun atau saluran air sudah teratasi.
“Sampah sudah teratasi, silahkan dicek. Kekhawatiran yang semua akan terjadi kerusakan, insyaallah tidak ada. H+3 semipro sudah membaik, recovery rumput sudah perlahan tumbuh. Kontur dan struktur tanah tidak ada masalah. Konturnya memang tidak berubah, ya begini ini, agak bergelombang,” jelas Subri, saat ditemui di stadion.
Ia pun mengajak Ketua Panitia Semipro untuk mengecek semua, baik listrik, fasilitas kamar mandi hingga anak gawang. “Overall masih baik semua. Dan, perlu diketahui ya, dengan momen ini kami tahu mana-mana saja yang perlu diperbaiki di stadion ini,” ungkap Subri.
Pemkot menargetkan selama sepekan, recovery rumput sudah mulai membaik dan stadion sudah kembali bersih. Untuk sementara, Persipro 54 bisa melakukan latihan di lapangan Karya Bakti menjelang liga tiga zona Jatim menjamu PSIL (Lumajang) pada 27 September mendatang, tandasnya.
Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) menyumbang sampah hampir 47 ton. Sampah sebanyak itu berasal dari sejumlah tempat dan beberapa kegiatan selama gelaran Semipro mulai 31 Agustus sampai 7 September 2019. Diantaranya, di Stadion Bayuangga, lokasi pawai budaya, panggung hiburan Alun-alun dan Jalan Panglima Sudirman kegiatan festival ikan asap dan pembukaan Semipro.
Untuk sampah di Stadion selama perhelatan Semipro terkumpul sampah campuran sebanyak 23,943 ton. Sedang untuk sampah plastik 3.593 kg. Untuk sampah pawai budaya, mulai jalan Panglima Sudirman, Gatot Subroto dan Jalan Ahmad Yani terkumpul 2.310 kg. Terdiri sampah sisa makanan dan minuman serta asesoris peserta dan penonton pawai. Sementara untuk tempat konser panggung gembira di Alun-alun selama 2 hari, menyumbang sampah plastik dan sisa makanan sebanyak 657 kg. Hal tersebut, diungkap Sunjoto, Kabid Penanggulangan dan Pengelolaan Sampah (P2S) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Menurutnya, stadion sebagai pusat kegiatan semipro meyumbang sampah paling banyak. Disusul di ajang Pawai Budaya kemudian Gelaran Panggung Gembira. “Sampah campuran yang berhasil kami kumpulkan 8 hari gelaran Semipro di Stadion sebanyak 23 ton 943 kg. Untuk sampah plastik 3 kwintal 593 kilogram. Kami menyediakan bak sampah dorong 30 biji yang kami sebar,” ungkapnya.
Selanjutnya, sampah sisa makanan dan minuman serta aksesoris di pawai budaya terkumpul 2 ton 310 kilogram dalam sehari. Sedang di acara panggung gembira Alun-alun selama 2 hari 657 kg, terdiri dari sampah plastik dan sisa makanan.
Kepala DLH Budi Krisyanto menjelaskan, selama berlangsungnya perhelatan Semipro pihaknya tidak hanya menerjunkan petugas kebersihan tukang sapu. Tetapi juga melibatkan sejumlah petugas pungut sampah. “Petugas pemungut sampah memantau di lapangan. Kalau ada sampah langsung dipungut dan ditaruh di tempat sampah,” jelasnya.
Untuk petugas sapu, sebelum acara berakhir sudah diterjunkan dan dipersiapkan di sekitar lokasi. Begitu acara gelaran selesai, petugas langsung membersihkan lokasi. Untuk lokasi pawai budaya yang jaraknya sekitar 2 sampai 3 kilometer, juga disapu.
“Kalau jaraknya jauh, kami sebar petugas kebersiahan di sejumlah titik. Jadi dibagi-bagi. Jadi begitu acara selesai, petugas langsung bekerja. Tidak ada sampah yang menumpuk,”tambahnya.(Wap)

Tags: