Pemerintah Kota Batu Targetkan 2.250 Trainer Handal

Suasana Diklat Guru Pendamping (Diklat Lanjut) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (11/3).

Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota Batu melakukan upaya peningkatan kompetensi tenaga pendidikan PAUD yang berkualitas dan tepat sasaran. Dengan menggandeng Inshk Tolaram Foundation, mereka menyelenggarakan Diklat Guru Pendamping (Diklat Lanjut) di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani Kota Batu, Senin (11/3). Ditargetkan akan lahir sedikitnya 2550 trainer handal di Kota Batu.
“Selama ini ada mindset yang keliru, anak-anak PAUD adalah dunia belajar yang mengharuskan anak bisa membaca dan menulis. Padahal yang benar adalah bahwa dunia anak adalah dunia bermain,”ujar Siti Chotipah, Kasi PAUD di Dinas Pendidikan Kota Batu.
Ia menjelaskan bahwa di Kota Batu terdapat 585 pengajar dengan 97 buah lembaga. Namun sebagian besar dari pengajar tersebut bukan berasal dari S1 PAUD atau Umum. Dan diklat kemarin membidik sasaran yang belum S1 tersebut. Dengan digelarnya diklat kemarin, masih tersisa separuh dari pendidik yang belum tercover.
Adapun diklat ini, lanjut Siti, dilakukan secara berjenjang. Diklat Dasar dilakukan tahun 2018 dan dilanjutkan Diklat Lanjutan tahun 2019 ini. Dan direncanakan Diklat tingkat Mahir juga akan dilakukan pada tahun 2019 ini. “Tujuan semakin memperdalam kemampuan dengan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di PAUD, TK dan RA,” jelas Siti.
Diketahui, Diklat Dasar tahun 2018 lalu diikuti 200 peserta yang dibagi dalam 4 kelompok.
Saat itu peserta tidak dikenai biaya karena dibantu Inshk Tolaram Foundation dan Dinas Pendidikan. Nampak mendampingi para peserta diklat, Direktur Inshk Tolaram Foundation, Mimu Nanwani. Bahkan Mimu terlibat langsung dalam proses diklat guru lanjutan ini.
Khusus untuk Diklat Lanjutan ini, 150 guru peserta dikenai biaya Rp 550 ribu. Semestinya biaya diklat per orang Rp 1,65 juta. Namun karena dibantu oleh Inshk Tolaram Foundation akhirnya hanya dikenai biaya sebesar Rp 550 ribu.
“Output dari Diklat Lanjutan ini akan memunculkan 50 orang yang bisa masuk dalam Diklat Mahir hingga nanti muncul trainner-trainer handal di Kota Batu,”ujar Mimu Nanwani.
Dalam setiap jenjang diklat, para guru ini akan mendapatkan sertifikat yang bisa dipergunakan untuk pengajuan insentif dan bisa juga dipergunakan untuk penilaian akreditasi lembaga. [nas]

Tags: